AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan teknologi laser untuk mengungkap jejak tsunami Aceh yang terjadi pada 2004. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu para peneliti mengidentifikasi bukti-bukti geologi yang ditinggalkan tsunami sekaligus memahami karakteristik bencana di masa lalu.
Dalam keterangan resminya, BRIN menjelaskan bahwa teknologi laser menjadi salah satu metode yang efektif untuk memetakan kondisi permukaan dan mengidentifikasi jejak endapan tsunami dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pengembangan mitigasi bencana di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan melalui analisis data topografi dan kondisi geologi di wilayah terdampak tsunami. Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai perubahan bentang alam akibat peristiwa tsunami.
Teknologi Laser Bantu Identifikasi Jejak Tsunami
Eko Yulianto, Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, menjelaskan bahwa teknologi laser memberikan kemampuan untuk mengamati kondisi permukaan bumi secara lebih detail dibandingkan metode konvensional.
“Teknologi laser memungkinkan kita mengidentifikasi jejak tsunami yang mungkin sulit dikenali melalui pengamatan biasa.”
Menurut BRIN, hasil pemetaan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui sebaran endapan tsunami dan merekonstruksi karakteristik kejadian pada masa lalu.
Data yang diperoleh juga menjadi dasar untuk memahami potensi bahaya tsunami di masa mendatang serta mendukung penyusunan strategi mitigasi yang lebih baik.
Dukung Mitigasi Bencana Berbasis Riset
BRIN menilai penelitian jejak tsunami memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap sejarah bencana di Indonesia. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kajian risiko dan mendukung perencanaan kebencanaan.
Eko mengatakan pemahaman terhadap jejak tsunami masa lalu menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi laser akan terus dikembangkan untuk mendukung penelitian kebencanaan, khususnya dalam mengidentifikasi jejak berbagai peristiwa geologi yang pernah terjadi di Indonesia.
Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat memperkuat riset kebencanaan nasional sekaligus memberikan data ilmiah yang mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 5SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 6DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 7Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 8Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba










