Tekno

Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI

Winna Wandayani | 15 Agustus 2026, 22:37 WIB
Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
Chip Samsung (Samsung.com)

AKURAT.CO Samsung memakai Claude Code dari Anthropic untuk mempercepat desain dan pengujian chip di divisi System LSI. Teknologi kecerdasan buatan (AI) tersebut mampu memangkas proses verifikasi dari lebih dari sebulan menjadi hanya dua hari.

Menurut Chosun Biz, Samsung mulai menggunakan Claude Code untuk pengembang software pada Mei 2026. Penggunaannya kemudian diperluas ke proses desain dan verifikasi perangkat keras, termasuk pengembangan system-on-chip (SoC).

Dalam salah satu proyek, AI membantu menyiapkan lingkungan pengujian virtual untuk SoC dengan 64 jalur data yang saling terhubung. Proses verifikasi yang biasanya memakan waktu lebih dari satu bulan dapat diselesaikan dalam dua hari, atau sekitar 15 kali lebih cepat.

Claude juga tetap dapat membantu ketika sejumlah data desain belum tersedia. Samsung memasukkan spesifikasi SoC dan data dari vendor EDA, lalu AI membuat blok virtual untuk memeriksa jalur data utama dan menemukan potensi kesalahan lebih awal.

AI juga membantu engineer junior mengerjakan tugas yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu. Seorang engineer tahun kedua, misalnya, dapat membuat model perangkat USB seperti keyboard dan mouse untuk emulator hanya dalam satu hari.

Samsung memanfaatkan Claude untuk membantu pengembangan driver perangkat USB di Android. Pendekatan ini dinilai dapat mempercepat proses belajar engineer yang belum memiliki banyak pengalaman dalam pemrograman berbantuan AI.

Pemanfaatan AI menjadi penting bagi Samsung karena jumlah tenaga kerja di divisi System LSI jauh lebih kecil dibandingkan Qualcomm. Samsung memiliki sekitar 6.000 karyawan di divisi tersebut, sementara Qualcomm mempekerjakan sekitar 52.000 orang.

Strategi ini menjadi bagian dari transformasi AI Samsung. Teknologi seperti Gemini, ChatGPT dan Claude digunakan di berbagai bidang, sebagaimana dikutip dari AndroidHeadlines, Sabtu (15/8/2026).

Penggunaannya mencakup pengembangan chip, penelitian, manufaktur, pemasaran, hingga layanan pendukung. Namun, Samsung tetap tidak menyerahkan desain chip sepenuhnya kepada AI.

Claude masih bisa melakukan kesalahan karena pemahamannya terhadap perangkat keras belum sempurna. Dalam satu kasus, AI mengubah label 'error' menjadi 'information' tanpa memperbaiki sumber masalah.

Claude juga pernah mengembalikan kode yang sudah selesai dan mencoba mengubah bagian register-transfer level (RTL) yang tidak boleh disentuh. Kesalahan tersebut menjadi risiko besar dalam pengembangan semikonduktor.

Karena itu, engineer Samsung tetap mengawasi seluruh proses dan memeriksa hasil AI. Upaya ini menunjukkan bahwa AI lebih digunakan untuk mempercepat pekerjaan, bukan menggantikan peran engineer.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.