BRIN Ciptakan Membran Filtrasi Air dari Limbah Botol Plastik PET

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan membran filtrasi air berbahan limbah botol plastik polyethylene terephthalate (PET). Inovasi ini ditujukan untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung penyediaan teknologi pengolahan air yang lebih berkelanjutan.
Dalam keterangan resmi BRIN, limbah botol plastik PET dipilih karena jumlahnya yang melimpah dan memiliki karakteristik material yang dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk teknologi filtrasi air.
Penelitian ini dilakukan untuk mengubah limbah plastik menjadi membran yang mampu digunakan dalam proses penyaringan air. Selain membantu mengurangi volume sampah plastik, teknologi tersebut juga berpotensi mendukung kebutuhan pengolahan air di berbagai sektor.
Limbah PET Diubah Menjadi Membran Filtrasi
Rina Mulyaningsih, Peneliti Pusat Riset Kimia BRIN, menjelaskan bahwa limbah botol PET dapat diolah menjadi membran filtrasi melalui proses tertentu sehingga memiliki kemampuan menyaring partikel dalam air.
"Pemanfaatan limbah botol plastik PET menjadi membran filtrasi merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah limbah plastik sekaligus mendukung teknologi pengolahan air.”
Ia menjelaskan membran filtrasi merupakan komponen penting dalam berbagai sistem pemurnian dan pengolahan air. Penggunaan bahan baku dari limbah plastik juga dinilai dapat mendukung konsep ekonomi sirkular dan pengurangan sampah.
Menurutnya, hasil penelitian menunjukkan material PET memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi membran dengan karakteristik yang sesuai untuk proses filtrasi.
Dukung Pengelolaan Limbah dan Kebutuhan Air Bersih
Selain mengurangi limbah plastik, pengembangan membran berbahan PET juga ditujukan untuk menghasilkan teknologi yang memiliki manfaat lingkungan dan ekonomi.
Rina menuturkan pengembangan membran dari limbah PET membuka peluang pemanfaatan material bekas menjadi produk fungsional yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pihaknya menilai inovasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan di berbagai daerah.
Penelitian ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan teknologi berbasis material daur ulang yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan air bersih dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









