AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan teknologi SWx AI untuk membantu prediksi cuaca antariksa menjadi lebih cepat dan akurat. Teknologi ini dikembangkan untuk mendukung automasi layanan cuaca antariksa yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual.
Dalam siaran pers BRIN disebutkan bahwa proses analisis cuaca antariksa saat ini masih memerlukan waktu cukup lama dan berpotensi menghasilkan perbedaan analisis antaroperator. Karena itu, BRIN mengembangkan sistem berbasis artificial intelligence (AI) untuk mempercepat proses identifikasi dan interpretasi data.
SWx AI dikembangkan oleh tim Pusat Riset Antariksa BRIN sebagai bagian dari penguatan layanan cuaca antariksa nasional. Sistem ini dirancang untuk membantu analisis berbagai fenomena aktivitas Matahari yang dapat berdampak pada teknologi satelit, komunikasi radio, hingga sistem navigasi di Bumi.
SWx AI Bantu Analisis Data Lebih Cepat
BRIN menjelaskan SWx AI mampu membantu proses interpretasi data cuaca antariksa secara otomatis. Teknologi ini memanfaatkan kemampuan machine learning dan large language model untuk membaca pola dari berbagai data observasi.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, mengatakan layanan cuaca antariksa membutuhkan proses analisis cepat agar informasi dapat segera digunakan.
“Layanan cuaca antariksa masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu lama dan berpotensi menghasilkan perbedaan analisis,” ujar Andi Pangerang.
BRIN menyebut SWx AI dapat membantu mempercepat proses pengolahan data dan mendukung konsistensi hasil analisis. Sistem ini juga dikembangkan untuk membantu operator dalam memantau aktivitas Matahari dan kondisi ionosfer secara lebih efisien.
Dikembangkan untuk Automasi Layanan Antariksa
Menurut BRIN, teknologi SWx AI dirancang untuk mendukung automasi layanan cuaca antariksa nasional di masa depan. Sistem ini diharapkan dapat membantu penyediaan informasi lebih cepat kepada sektor yang membutuhkan data cuaca antariksa.
BRIN menjelaskan fenomena cuaca antariksa dapat memengaruhi berbagai infrastruktur teknologi modern seperti satelit komunikasi, sistem navigasi, dan jaringan radio frekuensi tinggi.
Selain itu, SWx AI juga disebut memiliki kemampuan zero-shot vision yang dapat membantu membaca data visual tanpa pelatihan khusus sebelumnya. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu interpretasi berbagai grafik dan peta observasi antariksa.
BRIN menyatakan pengembangan SWx AI masih akan terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam mendukung layanan cuaca antariksa yang lebih otomatis dan akurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 3Pencarian Dangdut Naik, Gen Z Andalkan Google Search
- 4vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 5Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 6Oppo Reno 16 Series Siap Meluncur di Indonesia, Pre-Order Sudah Dibuka
- 7Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 8China Terapkan Standar Baru Mobil Listrik Mulai Juli 2026, Baterai Wajib Tidak Terbakar
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Google dan Samsung Rilis Pembaruan Darurat Android untuk Atasi Celah Keamanan Berbahaya









