Tekno

Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI

Winna Wandayani | 15 Agustus 2026, 18:00 WIB
Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI (Deepmind.google)

AKURAT.CO Google menghadirkan fitur baru pada Pixel 11 yang membuat bahasa isyarat dapat diterjemahkan langsung menjadi teks. Fitur ini menggunakan model kecerdasan buatan (AI) SL2T yang dikembangkan Google DeepMind.

Teknologi tersebut akan tersedia melalui Gboard dan Live Transcribe di lini Pixel 11. Pengguna dapat memakai kamera ponsel untuk melakukan American Sign Language (ASL), kemudian sistem menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris.

Fitur ini bisa digunakan untuk berbagai aktivitas yang biasanya membutuhkan keyboard. Pengguna dapat memakainya untuk mencari informasi di Google, menulis pesan atau email, membuat dokumen, hingga mengajukan pertanyaan kepada Gemini.

Pada Live Transcribe, fitur tersebut juga membuat pengguna dapat memberikan respons dalam bahasa isyarat ketika berbicara langsung dengan orang lain. Google menyebut dukungan awal masih terbatas pada ASL ke bahasa Inggris.

Cara kerja SL2T

SL2T tidak hanya mengenali bentuk tangan, tetapi juga memperhatikan gerakan wajah, kepala, tubuh, serta posisi tangan. Sistem computer vision memetakan 130 titik pada wajah, tubuh dan tangan pengguna untuk memahami gerakan yang dilakukan.

Rekaman video mentah akan langsung dibuang setelah proses pemetaan. Google mengatakan data koordinat kemudian dikirim ke server untuk diterjemahkan, sementara riwayat bahasa isyarat dan hasil teks tidak disimpan kecuali pengguna ikut dalam studi evaluasi model.

Google melatih SL2T menggunakan lebih dari 100.000 jam data dari lebih dari 50 bahasa isyarat. Sekitar seperempat data tersebut merupakan materi ASL, termasuk contoh penggunaan satu tangan dan bahasa isyarat dari pengguna tangan kiri.

Meski membawa kemampuan baru, Google menegaskan SL2T bukan pengganti penerjemah manusia. Model masih dapat kesulitan memahami bahasa isyarat daerah, slang, tata bahasa ASL yang kompleks, serta gerakan cepat saat mengeja dengan jari.

Dikutip dari Google DeepMind, Jumat (14/8/2026), sistem juga bisa menghasilkan teks yang sebenarnya tidak diperagakan pengguna. Kesalahan ini dapat muncul ketika pengguna berhenti atau ada orang lain yang masuk ke dalam area kamera.

Kondisi lingkungan turut memengaruhi hasil terjemahan, terutama pencahayaan rendah dan posisi pengguna yang sebagian berada di luar bingkai kamera. Kontras yang rendah antara tangan, wajah, pakaian dan latar belakang juga dapat menurunkan akurasi.

Google menyebut SL2T hanya ditujukan sebagai alat bantu untuk komunikasi berisiko rendah. Teknologi ini tidak dirancang untuk menggantikan penerjemah profesional dalam situasi seperti konsultasi medis, proses hukum, sekolah, wawancara kerja, atau persidangan.

Google melibatkan karyawan Tuli, penguji eksternal, organisasi advokasi, penerjemah profesional dan pakar bahasa isyarat. Google berencana memperluas dukungan ke lebih banyak bahasa isyarat dan mengembangkan kemampuan AI untuk menghasilkan bahasa isyarat di masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.