Tekno

BRIN Kembangkan AI untuk Bantu Dokter Prioritaskan Pasien IGD

Yusuf Tirtayasa | 7 Agustus 2026, 14:16 WIB
BRIN Kembangkan AI untuk Bantu Dokter Prioritaskan Pasien IGD
BRIN Kembangkan AI untuk Bantu Dokter Prioritaskan Pasien IGD. (Ilustrasi AI)

AKURAT.CO Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di sektor kesehatan terus berkembang, termasuk untuk mendukung proses triase di instalasi gawat darurat (IGD).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis Large Language Model (LLM) yang dirancang membantu tenaga kesehatan menentukan prioritas penanganan pasien secara lebih konsisten dan efisien.

Meski demikian, BRIN menegaskan bahwa sistem ini hanya berfungsi sebagai alat bantu dan tidak menggantikan keputusan dokter maupun tenaga kesehatan dalam praktik klinis.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung proses screening triase berdasarkan Australasian Triage Scale (ATS), standar yang digunakan untuk mengelompokkan pasien sesuai tingkat kegawatannya sehingga penanganan dapat dilakukan berdasarkan prioritas medis.

AI BRIN Analisis Kondisi Pasien Berdasarkan Data Klinis

Periset Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraisa, menjelaskan bahwa proses triase merupakan tahapan awal yang sangat menentukan dalam pelayanan kegawatdaruratan.

"Sistem yang kami kembangkan dirancang sebagai alat bantu bagi tenaga kesehatan dalam melakukan proses screening triase berdasarkan standar Australasian Triage Scale (ATS). Rekomendasi yang dihasilkan bukan merupakan keputusan akhir, melainkan referensi yang tetap harus divalidasi oleh dokter atau petugas kesehatan," jelas Nuraisa dalam kegiatan Pekanan Internal PRSDI BRIN, Rabu (29/7).

Sistem tersebut dibangun menggunakan model Qwen3-32B yang telah melalui proses fine-tuning dengan dataset kasus triase. AI akan menganalisis berbagai informasi klinis pasien, seperti keluhan utama, riwayat penyakit, tanda vital, serta hasil pemeriksaan awal untuk menghasilkan rekomendasi kategori triase sesuai standar ATS.

Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien, BRIN juga menambahkan mekanisme guard rail yang berfungsi meminimalkan potensi undertriage, yaitu kondisi ketika tingkat kegawatan pasien dinilai lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya.

Lapisan pengamanan ini dirancang agar rekomendasi AI tetap mengutamakan keselamatan pasien dan mendukung prinsip kehati-hatian dalam pengambilan keputusan klinis.

Pengembangan Masih Berlanjut Bersama Tenaga Kesehatan

Nuraisa mengatakan pengembangan sistem masih terus dilakukan melalui perluasan dan kurasi dataset, validasi klinis bersama dokter dan tenaga kesehatan, penyempurnaan mekanisme guard rail, serta penguatan keamanan data dan keandalan sistem sebelum dapat diterapkan secara lebih luas.

"Kolaborasi dengan tenaga kesehatan menjadi faktor penting agar sistem yang dikembangkan tidak hanya memiliki performa teknis yang baik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan praktik klinis di lapangan," ujarnya.

Hingga saat ini, penelitian Sistem Pendukung Keputusan Triase yang dikembangkan BRIN telah menghasilkan dua purwarupa perangkat lunak, satu artikel prosiding yang telah diterima, satu artikel jurnal yang masih dalam proses review, serta dataset triase yang terus dikembangkan sebagai bagian dari penyempurnaan teknologi.

Pengembangan ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi yang mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam membantu tenaga medis menentukan prioritas penanganan pasien di IGD secara lebih cepat, akurat, dan tetap mengedepankan keselamatan pasien.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.