BRIN Kembangkan Sistem Keamanan Komunikasi Berbasis AI dan Blockchain

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem keamanan komunikasi berbasis artificial intelligence (AI) dan blockchain untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan digital.
Pengembangan teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan pertukaran data sekaligus menjaga integritas informasi di tengah meningkatnya ancaman siber.
Dalam keterangan resmi BRIN disebutkan bahwa transformasi digital membuat kebutuhan terhadap sistem komunikasi yang aman semakin penting. Karena itu, BRIN mendorong pemanfaatan AI dan blockchain sebagai bagian dari solusi untuk memperkuat perlindungan data dan sistem komunikasi digital.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu mendeteksi ancaman secara lebih cepat sekaligus memastikan data yang dipertukarkan tetap terjaga keaslian dan keamanannya.
AI dan Blockchain Perkuat Sistem Komunikasi
Erna F. Syahfandi, Peneliti Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, menjelaskan bahwa integrasi AI dan blockchain dapat meningkatkan keamanan komunikasi digital melalui kemampuan analisis dan verifikasi data.
“Pemanfaatan AI dan blockchain dapat memperkuat sistem keamanan komunikasi dengan meningkatkan kemampuan deteksi ancaman serta menjaga integritas data.”
Menurut BRIN, AI dimanfaatkan untuk membantu mengenali pola ancaman dan aktivitas yang mencurigakan secara lebih cepat, sedangkan blockchain berfungsi menjaga keaslian serta ketertelusuran data yang dipertukarkan.
BRIN menilai kombinasi kedua teknologi tersebut berpotensi meningkatkan keandalan sistem komunikasi digital di berbagai sektor.
Dukung Kepercayaan Publik terhadap Layanan Digital
Erna menyebut keamanan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital. Oleh karena itu, pengembangan teknologi keamanan perlu terus dilakukan seiring meningkatnya penggunaan sistem digital.
“Pengembangan sistem keamanan komunikasi yang andal merupakan langkah penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem digital," terangnya.
Selain mendukung perlindungan data, BRIN menjelaskan teknologi AI dan blockchain juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan proses pertukaran informasi pada berbagai layanan digital.
BRIN menyatakan pengembangan sistem keamanan komunikasi berbasis AI dan blockchain akan terus dilakukan sebagai bagian dari riset untuk mendukung transformasi digital yang aman dan terpercaya di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









