Tekno

Mitos dan Fakta tentang HP Murah yang Masih Banyak Dipercaya, Benarkah Selalu Lemot?

Winna Wandayani | 6 Juli 2026, 22:30 WIB
Mitos dan Fakta tentang HP Murah yang Masih Banyak Dipercaya, Benarkah Selalu Lemot?
Ilustrasi Smartphone (Freepik)

AKURAT.CO Banyak orang masih menganggap HP murah identik dengan performa lambat, kamera seadanya dan cepat rusak. Padahal, perkembangan teknologi membuat smartphone entry-level saat ini menawarkan kemampuan yang jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.

Meski begitu, tidak semua anggapan tersebut sepenuhnya salah. Ada beberapa mitos yang memang sudah tidak relevan, tetapi ada pula fakta yang tetap perlu dipahami sebelum memutuskan membeli smartphone di kelas harga terjangkau.

1. HP Murah Pasti Lemot

Ini merupakan anggapan yang paling sering muncul. Dikutip dari TechRadar, Senin (6/7/2026), banyak smartphone murah terbaru sudah mampu menjalankan aplikasi sehari-hari seperti WhatsApp, YouTube, Google Maps, media sosial, hingga aplikasi perbankan dengan lancar.

Performa smartphone kini lebih ditentukan oleh kombinasi chipset, kapasitas RAM, jenis penyimpanan, serta optimasi sistem operasi. Karena itu, dua HP dengan harga yang sama bisa memberikan pengalaman penggunaan yang sangat berbeda.

Namun, bukan berarti HP murah bisa menjalankan semua aktivitas tanpa hambatan. Saat digunakan untuk membuka banyak aplikasi sekaligus, mengedit video, atau memainkan game berat, performanya tetap akan kalah dibanding smartphone kelas menengah.

2. Kamera HP Murah Selalu Jelek

Banyak konsumen masih terpaku pada jumlah megapiksel saat memilih smartphone. Padahal, menurut Android Authority, kualitas foto modern lebih dipengaruhi oleh pemrosesan gambar (image processing) dibanding sekadar resolusi kamera.

Berkat dukungan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma pemrosesan foto, banyak HP entry-level kini mampu menghasilkan foto yang cukup baik pada kondisi cahaya terang. Meski demikian, hasil foto malam, perekaman video dan rentang dinamis biasanya masih menjadi kelemahan perangkat murah.

3. HP Murah Cepat Rusak

Harga yang lebih rendah tidak otomatis membuat smartphone lebih mudah rusak. Ketahanan perangkat justru dipengaruhi oleh kualitas komponen, proses produksi, serta cara pengguna merawatnya.

Yang membedakan biasanya ada pada material bodi dan fitur pelengkap. Smartphone murah umumnya masih menggunakan rangka plastik, belum memiliki sertifikasi ketahanan air, atau perlindungan layar yang lebih sederhana dibanding model premium.

4. HP Murah Tidak Bisa Dipakai Gaming

Anggapan ini juga tidak sepenuhnya benar. Banyak HP entry-level saat ini masih mampu memainkan game populer dengan pengaturan grafis rendah hingga menengah.

Namun, pengguna tetap perlu menyesuaikan ekspektasi. Game dengan grafis berat biasanya akan mengalami penurunan frame rate, waktu loading lebih lama dan suhu perangkat yang meningkat saat digunakan dalam waktu lama.

Fakta: HP Murah Memang Memiliki Beberapa Kompromi

Meski semakin baik, smartphone murah tetap memiliki sejumlah keterbatasan. Pengguna biasanya akan menemukan layar dengan kualitas standar, kecepatan penyimpanan yang lebih rendah, kamera yang kurang optimal di malam hari, hingga dukungan pembaruan sistem yang lebih singkat.

Dikutip dari Tom's Guide, smartphone budget saat ini menawarkan value yang jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Namun, konsumen tetap perlu memahami bahwa harga yang lebih rendah berarti ada beberapa fitur yang harus dikorbankan.

Jangan Terjebak Angka Spesifikasi

Banyak produsen memasarkan HP murah dengan RAM besar atau kamera beresolusi tinggi sebagai daya tarik utama. Padahal, spesifikasi tersebut belum tentu mencerminkan pengalaman penggunaan secara keseluruhan.

Calon pembeli sebaiknya lebih memperhatikan jenis chipset, teknologi penyimpanan, kapasitas baterai, kualitas layar, serta rekam jejak produsen dalam memberikan pembaruan software. Faktor-faktor tersebut justru lebih menentukan kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, memilih HP murah bukan sekadar mencari harga paling rendah, melainkan perangkat yang sesuai kebutuhan. Selama ekspektasi disesuaikan dengan kelas harganya, smartphone entry-level tetap menjadi pilihan yang layak untuk aktivitas sehari-hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.