Siapa yang Paling Terdampak Saat HP Murah Menghilang?

AKURAT.CO Smartphone murah selama ini menjadi perangkat pertama bagi banyak orang untuk mengakses internet, belajar, bekerja, hingga bertransaksi secara digital. Namun, kenaikan harga perangkat baru membuat pilihan di kelas entry-level semakin terbatas.
GSMA menilai harga smartphone masih menjadi hambatan utama akses internet bagi jutaan orang. Karena itu, organisasi tersebut membentuk koalisi global untuk mendorong ketersediaan smartphone yang lebih terjangkau, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (26/6/2026).
Kelompok yang paling terdampak adalah pelajar dan pengguna yang baru pertama kali membeli smartphone. Ketika harga perangkat meningkat, pengguna harus menunda pembelian atau memilih perangkat dengan usia yang lebih tua dan dukungan perangkat lunak yang lebih terbatas.
Pekerja informal dan pelaku usaha kecil juga ikut merasakan dampaknya. Padahal, smartphone kini menjadi alat utama untuk menerima pesanan, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga mengakses layanan keuangan digital.
Masyarakat berpenghasilan rendah menghadapi tantangan yang lebih besar karena harus mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan pokok terlebih dahulu. Akibatnya, memiliki smartphone baru menjadi keputusan yang semakin sulit.
Broadband Commission juga menyebut keterjangkauan perangkat sebagai salah satu faktor utama yang menghambat adopsi internet di banyak negara berkembang. Tanpa perangkat yang sesuai kemampuan finansial, kesenjangan digital berpotensi semakin melebar.
Di sisi lain, sebagian konsumen mulai beralih ke pasar smartphone bekas atau refurbished. Dikutip dari TechRadar, permintaan perangkat bekas diperkirakan terus meningkat karena harga smartphone baru semakin mahal.
Meski demikian, solusi tersebut tidak selalu ideal. Pasokan perangkat bekas berkualitas terbatas sehingga harganya juga mulai ikut naik, membuat pilihan bagi konsumen beranggaran minim semakin sempit.
Fenomena ini menunjukkan hilangnya smartphone murah berdampak pada akses masyarakat ke berbagai layanan digital. Karena itu, perangkat dengan harga terjangkau masih dibutuhkan untuk memperluas inklusi digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 5SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 6DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 7Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 8Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









