Tekno

Kenapa Produsen Mulai Meninggalkan Segmen HP Murah?

Winna Wandayani | 25 Juni 2026, 09:31 WIB
Kenapa Produsen Mulai Meninggalkan Segmen HP Murah?
Ilustrasi HP (Pexels)

AKURAT.CO Smartphone murah yang dulu mudah ditemukan kini semakin jarang hadir sebagai produk baru. Banyak produsen mulai mengurangi fokus pada segmen entry-level dan lebih agresif bermain di kelas menengah hingga premium.

Dikutip dari Android Central, Rabu (24/6/2026), kenaikan biaya komponen menjadi salah satu penyebab produsen mulai meninggalkan segmen HP murah. Harga RAM dan penyimpanan meningkat karena pasokan yang ketat serta tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI).

Tekanan biaya ini paling terasa pada smartphone murah. Di segmen tersebut, ruang keuntungan produsen sangat tipis sehingga kenaikan harga komponen sulit ditutupi tanpa menaikkan harga jual.

Laporan Counterpoint Research menunjukkan biaya komponen pada ponsel murah terus meningkat. Bahkan beberapa model dengan harga di bawah Rp2 jutaan disebut berisiko semakin langka di sejumlah pasar.

Selain itu, konsumen kini menuntut spesifikasi yang lebih tinggi. Layar besar, kamera lebih baik, baterai besar, hingga dukungan pembaruan sistem membuat biaya pengembangan perangkat murah ikut naik.

Situasi tersebut mendorong banyak vendor mengubah strategi bisnis. Alih-alih mengejar volume penjualan besar dengan margin tipis, perusahaan lebih memilih menjual perangkat kelas menengah yang menawarkan keuntungan lebih sehat.

Dikutip dari TechRadar, terlihat dari keputusan Nothing yang membatalkan peluncuran ponsel CMF Phone 3 Pro. Perusahaan menilai kenaikan harga RAM membuat perusahaan sulit menghadirkan perangkat murah yang tetap kompetitif tanpa menaikkan harga secara signifikan.

Di sisi lain, pasar smartphone premium justru menjadi sumber keuntungan terbesar bagi industri. Segmen ini dinilai lebih mampu menyerap kenaikan biaya produksi dibandingkan pasar entry-level.

Akibat berbagai tekanan tersebut, produsen kini semakin selektif mengembangkan HP murah. Jika tren ini berlanjut, pilihan smartphone entry-level diperkirakan akan terus menyusut dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.