Tekno

Benarkah HP Murah Sudah Tidak Menguntungkan Lagi?

Winna Wandayani | 26 Juni 2026, 09:21 WIB
Benarkah HP Murah Sudah Tidak Menguntungkan Lagi?
Ilustrasi HP (Freepik)

AKURAT.CO Smartphone murah semakin sulit ditemukan di berbagai pasar. Di balik kondisi tersebut, bukan hanya karena produsen ingin menjual ponsel yang lebih mahal, tetapi juga karena biaya membuat smartphone modern terus meningkat.

Dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2026), produsen menghadapi kenaikan harga memori dan chipset yang membuat biaya produksi smartphone murah meningkat. Di sisi lain, margin keuntungan segmen entry-level yang tipis membuat kenaikan biaya tersebut sulit ditanggung.

Selain komponen, tuntutan konsumen juga berubah. Smartphone murah saat ini diharapkan sudah memiliki layar berkualitas baik, kamera yang layak, baterai besar, konektivitas 5G, hingga pembaruan sistem operasi dan keamanan selama beberapa tahun.

Semua fitur tersebut membutuhkan investasi yang lebih besar dibanding beberapa tahun lalu. Akibatnya, produsen harus memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi spesifikasi agar biaya produksi tetap terkendali.

Dikutip TechRadar, beberapa vendor mulai memangkas model entry-level yang dianggap tidak lagi memberikan keuntungan memadai. Sebagai gantinya, perusahaan lebih fokus mengembangkan smartphone kelas menengah yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.

Strategi tersebut dinilai lebih aman secara bisnis. Dengan selisih biaya produksi yang tidak terlalu jauh, smartphone kelas menengah dapat dijual dengan harga lebih tinggi sehingga menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Di sisi lain, persaingan di kelas murah juga semakin ketat. Banyak produsen harus bersaing dengan merek lain yang menawarkan spesifikasi serupa sehingga ruang untuk menaikkan harga menjadi sangat terbatas.

Kondisi ini membuat produsen harus mencari efisiensi di berbagai sisi, mulai dari pemilihan komponen hingga jumlah model yang dipasarkan. Tidak sedikit perusahaan yang akhirnya menyederhanakan lini produknya agar biaya operasional tetap terkendali.

Meski begitu, smartphone murah belum sepenuhnya akan menghilang. Selama masih ada permintaan dari konsumen yang mengutamakan harga terjangkau, segmen ini diperkirakan tetap bertahan, meski pilihannya kemungkinan semakin sedikit dan harga minimumnya terus naik.

Dengan kata lain, yang berubah bukan hanya harga smartphone, tetapi juga cara produsen memperoleh keuntungan. Di tengah meningkatnya biaya produksi dan tuntutan fitur yang semakin tinggi, menjual HP murah kini menjadi bisnis yang jauh lebih menantang dibanding beberapa tahun lalu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.