Bagaimana Cara Melindungi Data Pribadi di Media Sosial? Ini Kebiasaan Sederhana yang Sering Diabaikan

AKURAT.CO Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, semakin banyak informasi pribadi yang dibagikan, semakin besar pula peluang data tersebut dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kebocoran data, pencurian identitas dan penipuan digital terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di platform digital. Karena itu, menjaga privasi di media sosial kini menjadi cara penting untuk mengurangi risiko kejahatan siber, sebagaimana dikutip dari World Economic Forum, Senin (3/8/2026).
Banyak pengguna tanpa sadar mengunggah informasi yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan. Contohnya seperti alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir lengkap, dokumen identitas, hingga lokasi secara real-time.
Data tersebut dapat digabungkan dengan informasi lain yang tersedia di internet untuk melakukan pencurian identitas, penipuan, hingga upaya mengambil alih akun digital. Federal Trade Commission juga mengingatkan agar masyarakat membatasi informasi pribadi yang dibagikan di internet.
Selain itu, mengunggah foto tiket perjalanan, kartu identitas, boarding pass, atau sertifikat sering dianggap hal biasa. Padahal, informasi kecil yang terlihat di foto bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Termasuk juga membagikan aktivitas harian secara detail atau mengumumkan rumah sedang kosong saat bepergian. Informasi seperti ini dapat meningkatkan berbagai risiko, mulai dari penipuan hingga penyalahgunaan data pribadi.
Sebagian besar media sosial menyediakan fitur untuk mengatur siapa yang dapat melihat unggahan, daftar teman, hingga informasi profil. Sayangnya, banyak pengguna membiarkan pengaturan tersebut tetap terbuka untuk umum.
Mengaktifkan pengaturan privasi dapat membatasi penyebaran informasi kepada orang yang benar-benar dikenal. Cara sederhana ini juga membantu mengurangi peluang akun dipantau oleh pihak asing.
Tidak semua akun yang terlihat asli benar-benar dimiliki oleh orang sungguhan. Banyak pelaku membuat akun palsu menggunakan foto dan identitas orang lain untuk mengumpulkan informasi pribadi.
Sebelum menerima permintaan pertemanan atau mengikuti akun tertentu, periksa terlebih dahulu identitasnya. Hindari memberikan informasi sensitif melalui pesan pribadi kepada akun yang belum benar-benar dikenal.
Selain menjaga privasi, pengguna juga sebaiknya mengaktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA). Fitur ini menambahkan lapisan keamanan ketika seseorang mencoba masuk ke akun.
Beberapa platform juga mulai mendukung teknologi passkey yang dinilai lebih aman dibandingkan hanya menggunakan password. Cara ini dapat membantu mencegah akun diambil alih meskipun kata sandi berhasil diketahui orang lain.
Semakin banyak informasi yang dipublikasikan, semakin mudah seseorang menyusun profil digital tentang diri kita. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk penipuan, phishing, maupun rekayasa sosial (social engineering).
Karena itu, sebelum mengunggah sesuatu, biasakan bertanya apakah informasi tersebut memang perlu diketahui publik. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi salah satu cara paling efektif untuk melindungi data pribadi di media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 5SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 6DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 7Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 8Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









