Nvidia Perluas Kerja Sama Robot Humanoid ke AS, Eropa dan Korea Selatan

AKURAT.CO Nvidia memperluas kolaborasi pengembangan robot humanoid dengan sejumlah perusahaan di Amerika Serikat, Eropa dan Korea Selatan. Hal ini dilakukan setelah perusahaan menjalin kerja sama dengan produsen robot asal China, Unitree.
Rencana tersebut diungkapkan oleh para eksekutif Nvidia usai CEO Jensen Huang menyampaikan presentasi utama menjelang pameran Computex di Taiwan. Perusahaan melihat peluang besar dalam pengembangan robot humanoid untuk kebutuhan riset dan pendidikan.
Sebelumnya, Nvidia mengumumkan kemitraan dengan Unitree untuk menghadirkan versi standar robot humanoid H2. Robot ini dirancang agar dapat digunakan oleh kalangan akademisi dan peneliti di berbagai institusi.
Dalam proyek tersebut, Unitree menyediakan bodi robot sebagai platform utama. Sementara itu, perusahaan Sharpa yang berbasis di Singapura bertanggung jawab memasok sistem tangan robotik.
Nvidia berperan menyediakan kemampuan komputasi dan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi otak perangkat tersebut. Kombinasi teknologi dari beberapa perusahaan ini diharapkan menghasilkan robot yang lebih siap digunakan untuk penelitian.
Sejumlah kampus ternama disebut telah menunjukkan minat terhadap platform tersebut. Di antaranya adalah Stanford University dan University of California San Diego yang berencana memanfaatkan robot itu untuk kegiatan riset.
Robot humanoid semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu membantu berbagai eksperimen di bidang AI dan otomasi. Kehadiran platform standar juga dapat memudahkan peneliti dalam mengembangkan aplikasi baru.
Di sisi lain, kerja sama dengan Unitree tidak lepas dari sorotan di Amerika Serikat. Beberapa anggota parlemen menuding perusahaan tersebut memiliki hubungan dengan pemerintah dan militer China, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (5/6/2026).
Bahkan, telah diajukan rancangan undang-undang yang berpotensi membatasi penggunaan robot Unitree oleh peneliti penerima dana pemerintah AS. Usulan tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan regulasi yang lebih luas.
Meski demikian, Nvidia menegaskan bahwa proyek bersama Unitree memiliki fokus kuat pada aspek keamanan siber. Perusahaan ingin memastikan robot dapat digunakan dengan standar keamanan yang lebih tinggi.
Salah satu upaya yang diterapkan adalah mewajibkan seluruh pembaruan perangkat lunak melewati chip Nvidia terlebih dahulu. Dengan cara ini, keaslian dan integritas kode dapat diverifikasi sebelum dipasang ke sistem robot.
Nvidia juga mengintegrasikan chip AI generasi terbaru Blackwell langsung ke dalam robot humanoid tersebut. Teknologi yang sama sebelumnya digunakan perusahaan untuk melindungi infrastruktur pusat data.
Fitur keamanan seperti secure boot dan confidential computing turut disematkan pada platform ini. Teknologi tersebut dirancang untuk mencegah eksekusi kode berbahaya sekaligus menjaga data sensitif agar tidak dipindahkan tanpa izin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026







