Tekno

Nvidia Perluas Kerja Sama Robot Humanoid ke AS, Eropa dan Korea Selatan

Winna Wandayani | 5 Juni 2026, 19:19 WIB
Nvidia Perluas Kerja Sama Robot Humanoid ke AS, Eropa dan Korea Selatan
Ilustrasi Nvidia (Pexels)

AKURAT.CO Nvidia memperluas kolaborasi pengembangan robot humanoid dengan sejumlah perusahaan di Amerika Serikat, Eropa dan Korea Selatan. Hal ini dilakukan setelah perusahaan menjalin kerja sama dengan produsen robot asal China, Unitree.

Rencana tersebut diungkapkan oleh para eksekutif Nvidia usai CEO Jensen Huang menyampaikan presentasi utama menjelang pameran Computex di Taiwan. Perusahaan melihat peluang besar dalam pengembangan robot humanoid untuk kebutuhan riset dan pendidikan.

Sebelumnya, Nvidia mengumumkan kemitraan dengan Unitree untuk menghadirkan versi standar robot humanoid H2. Robot ini dirancang agar dapat digunakan oleh kalangan akademisi dan peneliti di berbagai institusi.

Dalam proyek tersebut, Unitree menyediakan bodi robot sebagai platform utama. Sementara itu, perusahaan Sharpa yang berbasis di Singapura bertanggung jawab memasok sistem tangan robotik.

Nvidia berperan menyediakan kemampuan komputasi dan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi otak perangkat tersebut. Kombinasi teknologi dari beberapa perusahaan ini diharapkan menghasilkan robot yang lebih siap digunakan untuk penelitian.

Sejumlah kampus ternama disebut telah menunjukkan minat terhadap platform tersebut. Di antaranya adalah Stanford University dan University of California San Diego yang berencana memanfaatkan robot itu untuk kegiatan riset.

Robot humanoid semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu membantu berbagai eksperimen di bidang AI dan otomasi. Kehadiran platform standar juga dapat memudahkan peneliti dalam mengembangkan aplikasi baru.

Di sisi lain, kerja sama dengan Unitree tidak lepas dari sorotan di Amerika Serikat. Beberapa anggota parlemen menuding perusahaan tersebut memiliki hubungan dengan pemerintah dan militer China, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (5/6/2026).

Bahkan, telah diajukan rancangan undang-undang yang berpotensi membatasi penggunaan robot Unitree oleh peneliti penerima dana pemerintah AS. Usulan tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan regulasi yang lebih luas.

Meski demikian, Nvidia menegaskan bahwa proyek bersama Unitree memiliki fokus kuat pada aspek keamanan siber. Perusahaan ingin memastikan robot dapat digunakan dengan standar keamanan yang lebih tinggi.

Salah satu upaya yang diterapkan adalah mewajibkan seluruh pembaruan perangkat lunak melewati chip Nvidia terlebih dahulu. Dengan cara ini, keaslian dan integritas kode dapat diverifikasi sebelum dipasang ke sistem robot.

Nvidia juga mengintegrasikan chip AI generasi terbaru Blackwell langsung ke dalam robot humanoid tersebut. Teknologi yang sama sebelumnya digunakan perusahaan untuk melindungi infrastruktur pusat data.

Fitur keamanan seperti secure boot dan confidential computing turut disematkan pada platform ini. Teknologi tersebut dirancang untuk mencegah eksekusi kode berbahaya sekaligus menjaga data sensitif agar tidak dipindahkan tanpa izin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.