Tekno

AS Larang Impor Robot Humanoid Baru dari China, Singgung Ancaman Keamanan Nasional

Winna Wandayani | 1 Agustus 2026, 15:16 WIB
AS Larang Impor Robot Humanoid Baru dari China, Singgung Ancaman Keamanan Nasional
Ilustrasi Robot Humanoid (Pexels)

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump melarang impor robot humanoid baru buatan luar negeri, terutama dari China. Kebijakan itu diambil karena perangkat tersebut dinilai berisiko terhadap keamanan nasional.

Larangan itu mencakup robot humanoid, robot berkaki empat, serta perangkat robotika canggih lainnya. Selain itu, Federal Communications Commission (FCC) juga melarang impor inverter listrik baru yang digunakan di pusat data dan panel surya.

"FCC akan terus melakukan bagian kami untuk mengamankan rantai pasokan kritis Amerika," kata Brendan Carr selaku Ketua FCC, dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2026).

Robot canggih dan inverter listrik kini masuk ke dalam Covered List milik FCC. Daftar tersebut berisi produk yang dianggap dapat mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

FCC menilai inverter buatan luar negeri berpotensi dimanfaatkan untuk mencuri data atau mengakses sistem dari jarak jauh. Perangkat itu juga disebut rentan disalahgunakan melalui serangan siber.

Sementara itu, robot buatan luar negeri dinilai dapat digunakan untuk memata-matai warga Amerika. FCC juga mengkhawatirkan robot tersebut bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak asing.

Pemerintah China menolak tuduhan tersebut. Kedutaan Besar China di Washington menilai Amerika telah mempolitisasi isu perdagangan dan menjatuhkan sanksi tanpa alasan yang kuat.

Beijing juga menyatakan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya. China meminta Amerika menghentikan tekanan terhadap perusahaan teknologi asal negaranya.

Kebijakan ini menambah daftar pembatasan teknologi antara Amerika Serikat dan China. Sebelumnya, Washington juga membatasi ekspor semikonduktor canggih dan menerapkan tarif tinggi terhadap kendaraan listrik asal China.

Persaingan robot humanoid pun diperkirakan akan semakin sengit. Perusahaan China seperti Unitree, UBTech dan AgiBot kini terus mengembangkan robot yang bersaing dengan Tesla maupun Boston Dynamics.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.