AS Larang Impor Robot Humanoid Baru dari China, Singgung Ancaman Keamanan Nasional

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump melarang impor robot humanoid baru buatan luar negeri, terutama dari China. Kebijakan itu diambil karena perangkat tersebut dinilai berisiko terhadap keamanan nasional.
Larangan itu mencakup robot humanoid, robot berkaki empat, serta perangkat robotika canggih lainnya. Selain itu, Federal Communications Commission (FCC) juga melarang impor inverter listrik baru yang digunakan di pusat data dan panel surya.
"FCC akan terus melakukan bagian kami untuk mengamankan rantai pasokan kritis Amerika," kata Brendan Carr selaku Ketua FCC, dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2026).
Robot canggih dan inverter listrik kini masuk ke dalam Covered List milik FCC. Daftar tersebut berisi produk yang dianggap dapat mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.
FCC menilai inverter buatan luar negeri berpotensi dimanfaatkan untuk mencuri data atau mengakses sistem dari jarak jauh. Perangkat itu juga disebut rentan disalahgunakan melalui serangan siber.
Sementara itu, robot buatan luar negeri dinilai dapat digunakan untuk memata-matai warga Amerika. FCC juga mengkhawatirkan robot tersebut bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak asing.
Pemerintah China menolak tuduhan tersebut. Kedutaan Besar China di Washington menilai Amerika telah mempolitisasi isu perdagangan dan menjatuhkan sanksi tanpa alasan yang kuat.
Beijing juga menyatakan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya. China meminta Amerika menghentikan tekanan terhadap perusahaan teknologi asal negaranya.
Kebijakan ini menambah daftar pembatasan teknologi antara Amerika Serikat dan China. Sebelumnya, Washington juga membatasi ekspor semikonduktor canggih dan menerapkan tarif tinggi terhadap kendaraan listrik asal China.
Persaingan robot humanoid pun diperkirakan akan semakin sengit. Perusahaan China seperti Unitree, UBTech dan AgiBot kini terus mengembangkan robot yang bersaing dengan Tesla maupun Boston Dynamics.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 3SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 4Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 7Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









