Hype Robot Humanoid, Apakah Siap Digunakan Massal?

AKURAT.CO Perkembangan robot humanoid kembali menjadi sorotan global setelah teknologi ini semakin sering muncul di berbagai aktivitas publik. Robot humanoid kini terlihat berlari di half marathon Beijing, bekerja sebagai petugas bandara, penyortir sampah, hingga tampil di acara publik dan keagamaan.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan apakah robot humanoid benar-benar siap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari atau masih sebatas hype industri teknologi.
Laporan Vox menyebut perusahaan teknologi di Amerika Serikat dan China kini berlomba mengembangkan robot humanoid sebagai bagian dari masa depan AI dan otomasi.
Sejumlah perusahaan besar mulai terjun ke sektor ini, termasuk Tesla, Meta, dan Google. CEO Tesla, Elon Musk, bahkan menyebut robot humanoid Optimus berpotensi menjadi produk terbesar Tesla di masa depan.
Kemajuan teknologi AI disebut menjadi pendorong utama ledakan industri robot humanoid. Perkembangan large language model dan machine learning memungkinkan robot mempelajari tugas dengan cara yang lebih mirip manusia dibanding generasi robot sebelumnya.
Namun, laporan Vox menyebut dunia fisik jauh lebih kompleks dibanding sistem AI berbasis teks seperti chatbot.
China dan AS Bersaing di Industri Robot
Vox menyebut Amerika Serikat dan China kini menjadi dua negara utama dalam perlombaan robot humanoid global. Di AS, banyak perusahaan fokus mengembangkan robot untuk kebutuhan rumah tangga dan layanan personal.
Sementara itu, China dinilai bergerak lebih cepat dalam pengembangan robot humanoid karena didukung kapasitas manufaktur besar dan kebutuhan tenaga kerja akibat populasi menua. Pemerintah China juga melihat robot humanoid sebagai solusi untuk kekurangan tenaga kerja industri dan sektor perawatan lansia.
Reuters sebelumnya melaporkan China mendominasi lebih dari 80% instalasi robot humanoid global pada 2025. Negara tersebut juga mulai menggelar kompetisi robot skala besar untuk menunjukkan kemajuan teknologi navigasi, mobilitas, dan kecerdasan buatan mereka.
Beberapa perusahaan China seperti Unitree, UBTech, dan AgiBot disebut agresif meningkatkan produksi robot humanoid dalam beberapa tahun terakhir. Vox menilai kecepatan pengembangan China menjadi salah satu alasan meningkatnya persaingan global di sektor robotika.
Teknologi Dinilai Belum Siap Massal
Meski perkembangan robot humanoid terlihat cepat, Vox menilai teknologi tersebut masih jauh dari penggunaan massal sehari-hari. Salah satu tantangan utama adalah akurasi dan keandalan robot ketika bekerja di lingkungan nyata.
Laporan tersebut memberi contoh bahwa kesalahan kecil pada chatbot mungkin tidak terlalu bermasalah, tetapi kesalahan robot di dunia nyata bisa berdampak besar, seperti menjatuhkan barang atau gagal menjalankan tugas fisik secara aman.
Vox juga menyebut banyak klaim industri robot humanoid saat ini masih terlalu optimistis. Teknologi tersebut dinilai masih lebih dekat dengan konsep “mobil terbang” dibanding produk rumah tangga yang benar-benar umum digunakan dalam waktu dekat.
Meski begitu, perusahaan teknologi tetap terus mengembangkan robot humanoid untuk berbagai sektor seperti manufaktur, logistik, layanan publik, hingga pekerjaan rumah tangga.
Persaingan antara perusahaan Amerika Serikat dan China diperkirakan akan semakin ketat seiring meningkatnya investasi di bidang AI dan robotika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026







