Tak Semua Fitur Smart Home Berguna, Ini yang Paling Sering Diabaikan

AKURAT.CO Perangkat smart home semakin banyak hadir dengan berbagai fitur canggih yang menjanjikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua teknologi tersebut benar-benar digunakan secara rutin oleh pemiliknya.
Pengguna biasanya hanya memanfaatkan fitur yang memberikan manfaat langsung dan mudah dipahami. Sementara itu, fitur yang terlalu rumit atau jarang dibutuhkan sering kali ditinggalkan setelah beberapa waktu.
Salah satu contoh yang sering disebut adalah skenario otomatisasi yang kompleks. Pengguna awalnya antusias membuat berbagai aturan otomatis, tetapi banyak yang akhirnya kembali mengoperasikan perangkat secara manual karena dianggap lebih praktis.
Fenomena tersebut terjadi karena tidak semua aktivitas sehari-hari membutuhkan otomatisasi tingkat tinggi. Ketika pengaturan terasa merepotkan, manfaat yang diperoleh sering kali tidak sebanding dengan usaha yang diperlukan.
Peralatan rumah tangga pintar juga menghadapi tantangan serupa. Fitur seperti mengendalikan oven, mesin cuci, atau kulkas melalui aplikasi kerap menarik perhatian saat promosi, tetapi jarang digunakan dalam rutinitas harian.
Dikutip dari The Wall Street Journal, Minggu (14/6/2026), banyak konsumen tetap memakai perangkat tersebut layaknya peralatan biasa meski dibekali beragam fitur pintar. Hal ini menunjukkan konektivitas internet tidak selalu membuat sebuah produk lebih bermanfaat.
Asisten suara menjadi contoh lain dari fitur yang tidak selalu dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian besar pengguna hanya menggunakannya untuk tugas sederhana seperti memutar musik, mengatur alarm, atau menyalakan lampu.
Padahal, perangkat tersebut sebenarnya mampu menjalankan berbagai fungsi lanjutan, termasuk mengontrol banyak perangkat sekaligus. Namun fitur yang lebih kompleks sering kali dianggap kurang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Masalah kompatibilitas antarperangkat juga menjadi penyebab banyak fitur smart home gagal digunakan. Pengguna sering harus berpindah-pindah aplikasi karena perangkat dari satu merek belum tentu bekerja mulus dengan merek lainnya.
Dikutip dari The Sun, ketergantungan pada layanan cloud menimbulkan risiko tersendiri bagi konsumen. Ketika dukungan dari produsen dihentikan, sebagian fitur pintar dapat kehilangan fungsinya meskipun perangkat masih beroperasi dengan baik.
Gangguan teknis juga menjadi faktor yang membuat pengguna enggan memanfaatkan fitur tertentu. Perintah yang terlambat dijalankan atau koneksi yang tidak stabil dapat mengurangi kenyamanan penggunaan smart home.
Di sisi lain, perangkat keamanan seperti CCTV pintar, sensor pintu, dan alarm otomatis justru termasuk kategori yang paling sering digunakan. Fitur-fitur tersebut dinilai memiliki manfaat yang jelas karena berkaitan langsung dengan keamanan rumah.
Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa kecanggihan teknologi bukan jaminan sebuah fitur akan dipakai dalam jangka panjang. Pada akhirnya, fitur smart home yang bertahan biasanya adalah yang mampu menyelesaikan masalah nyata secara sederhana dan konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026









