Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung

AKURAT.CO Salah satu kendala terbesar dalam penggunaan smart home adalah masalah kompatibilitas antarperangkat. Tidak sedikit pengguna yang harus memasang beberapa aplikasi karena perangkat berasal dari merek yang berbeda.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, industri teknologi mengembangkan Matter. Ini merupakan standar konektivitas yang dirancang agar perangkat smart home dapat saling terhubung tanpa bergantung pada satu ekosistem tertentu.
Matter dikembangkan oleh organisasi industri bernama Connectivity Standards Alliance (CSA). Standar ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Apple, Google, Amazon, Samsung, hingga IKEA.
Secara sederhana, Matter berfungsi sebagai bahasa universal bagi perangkat rumah pintar. Dengan standar ini, lampu pintar, smart lock, sensor dan smart plug dapat bekerja bersama lebih mudah, sebagaimana dikutip dari Vivint, Jumat (12/6/2026).
Sebelum Matter hadir, pengguna harus memastikan perangkat yang dibeli kompatibel dengan platform tertentu. Akibatnya, proses membangun ekosistem smart home sering kali terasa rumit dan membingungkan.
Melalui Matter, satu perangkat dapat digunakan di beberapa platform sekaligus. Hal ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi pengguna saat memilih produk dari berbagai merek.
Matter juga menawarkan proses pemasangan yang lebih sederhana dibandingkan standar sebelumnya. Banyak perangkat cukup ditambahkan ke jaringan melalui pemindaian kode QR tanpa konfigurasi yang rumit.
Dikutip dari Silicon Labs, keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan Matter. Standar ini menggunakan sistem sertifikasi perangkat serta komunikasi terenkripsi untuk membantu melindungi data dan jaringan smart home pengguna.
Perkembangan Matter masih terus berlanjut hingga saat ini. Versi terbaru mulai mendukung lebih banyak kategori perangkat, termasuk kamera keamanan dan sistem manajemen energi rumah.
Dikutip dari The Verge, banyak pengamat industri menilai Matter dapat menjadi fondasi masa depan smart home yang lebih terbuka. Jika adopsinya semakin luas, pengguna tidak perlu lagi pusing memikirkan apakah perangkat dari merek berbeda bisa saling terhubung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026









