Tekno

ChatGPT Lulus Ujian Masuk Universitas Tokyo dengan Nilai Tertinggi

Winna Wandayani | 19 Agustus 2026, 08:20 WIB
ChatGPT Lulus Ujian Masuk Universitas Tokyo dengan Nilai Tertinggi
Ilustrasi ChatGPT (Pexels)

AKURAT.CO ChatGPT dilaporkan berhasil mengerjakan ujian masuk Universitas Tokyo dengan nilai tertinggi dalam sebuah eksperimen. Hasil tersebut melampaui skor peserta manusia dengan nilai tertinggi yang berhasil lolos ujian universitas tersebut.

Eksperimen ini dilakukan oleh perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Tokyo, LifePrompt Inc. Perusahaan tersebut menggunakan model ChatGPT terbaru untuk mengerjakan ujian yang berlangsung pada musim semi tahun ini.

ChatGPT diminta mengerjakan Common Test for University Admissions serta ujian masuk Universitas Tokyo untuk bidang humaniora dan sains. Sebagian jawaban tertulis kemudian diperiksa oleh pengajar dari Kawaijuku Educational Institution, lembaga bimbingan ujian masuk perguruan tinggi di Jepang.

Dari total 550 poin, ChatGPT memperoleh 503 poin untuk bidang sains. Sementara itu, skor yang diperoleh untuk bidang humaniora mencapai 452 poin.

Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan skor peserta manusia dengan nilai tertinggi yang berhasil lolos ke program Science III. Program tersebut dikenal sebagai salah satu jurusan dengan persaingan paling ketat di Jepang.

Peserta manusia dengan nilai tertinggi memperoleh 453 poin untuk Science III. Sementara itu, nilai tertinggi untuk Humanities III tercatat sebesar 434 poin.

Dengan demikian, skor ChatGPT lebih tinggi 50 poin dibandingkan peserta dengan nilai tertinggi di Science III. Untuk Humanities III, skor ChatGPT unggul 18 poin dari nilai tertinggi peserta manusia.

Peningkatan besar juga terlihat pada kemampuan matematika untuk bidang sains. ChatGPT berhasil memperoleh nilai sempurna 120 poin, dibandingkan hanya 38 poin dalam eksperimen yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

Hasil tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan ChatGPT dalam menyelesaikan soal ujian akademik dalam waktu relatif singkat. Perkembangan ini menjadi salah satu contoh pesatnya peningkatan kemampuan model AI dalam mengerjakan tugas yang membutuhkan penalaran.

"Tahun lalu, ChatGPT bahkan tidak mendekati ambang batas kelulusan ujian, namun hanya dalam waktu dua tahun, ia berhasil meraih nilai tertinggi," ujar seorang pejabat perusahaan tersebut, dikutip dari The Japan News, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, ChatGPT hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai skor tertinggi dalam eksperimen. Nilainya bahkan berhasil melampaui peserta manusia yang memperoleh skor tertinggi dalam ujian masuk sebenarnya.

Meski demikian, hasil eksperimen ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa AI dapat menggantikan seluruh kemampuan manusia dalam pendidikan. Kemampuan mengerjakan soal ujian hanya menjadi salah satu aspek dari proses belajar dan seleksi mahasiswa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.