Tekno

Mark Zuckerberg Dorong AI Superinteligensi untuk Semua Pengguna

Winna Wandayani | 19 Agustus 2026, 13:08 WIB
Mark Zuckerberg Dorong AI Superinteligensi untuk Semua Pengguna
Mark Zuckerberg selaku CEO Meta (Meta.com)

AKURAT.CO CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan visi pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang dapat diakses secara luas. Pandangan tersebut disampaikan melalui esai lebih dari 6.000 kata berjudul The Future is for Everyone.

Esai tersebut membahas sejumlah isu terkait AI, mulai dari regulasi, keamanan siber, pusat data, hingga dampaknya terhadap pasar kerja. Zuckerberg juga menjelaskan alasan Meta tetap mendorong pengembangan model AI open-weight.

Esai Zuckerberg diterbitkan bersamaan dengan peluncuran Muse Glimmer. Model AI open-weight tersebut dikembangkan Meta untuk bersaing dengan produk AI dari OpenAI dan Anthropic.

Zuckerberg membayangkan AI berkembang menjadi superinteligensi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Menurutnya, teknologi ini tidak seharusnya hanya dikuasai perusahaan, pemerintah, atau kelompok ahli.

Karena itu, Meta memilih pendekatan open-weight agar bobot model AI dapat diunduh dan dikembangkan lebih lanjut. Zuckerberg menilai pendekatan ini bisa menciptakan keseimbangan antara individu, perusahaan dan pemerintah.

Pandangan tersebut berbeda dengan OpenAI dan Anthropic yang mengembangkan model AI dengan kontrol lebih ketat. Kedua perusahaan tersebut sebelumnya menyampaikan kekhawatiran mengenai risiko dari teknologi AI yang tersedia secara lebih terbuka.

Zuckerberg juga menyinggung perdebatan mengenai aturan pemerintah terhadap pengembangan AI di Amerika Serikat. Ia memperingatkan regulasi yang terlalu ketat dapat memperlambat perusahaan AS dalam menghadapi persaingan teknologi dengan China.

"Kebijakan apa pun yang memperlambat peluncuran model buatan Amerika, bahkan hanya satu bulan, dapat menambah risiko signifikan terhadap kepemimpinan Amerika," ujar Zuckerberg.

Selain model AI, Zuckerberg mendorong pembangunan pusat data dalam skala lebih besar. Meta berencana membentuk dana untuk meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi infrastruktur tersebut.

Zuckerberg mencontohkan pembangunan infrastruktur Meta di Louisiana yang meningkatkan penerimaan pajak penjualan. Tambahan penerimaan tersebut turut membuat sejumlah guru mendapat bonus hingga 50.000 dolar AS, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Rabu (19/8/2026).

Dalam aspek keamanan, Zuckerberg menilai perusahaan AI perlu membagikan informasi tertentu kepada pemerintah untuk menguji risiko siber. Informasi itu dapat mencakup titik pemeriksaan pelatihan dan tenaga teknis, meski mekanismenya belum dijelaskan.

Dampak AI terhadap pekerjaan juga menjadi bagian dari pembahasan Zuckerberg. Ia mengakui perusahaan dapat beroperasi dengan jumlah karyawan lebih sedikit, tetapi AI dinilai mampu menciptakan peluang ekonomi baru.

"Orang-orang harus beradaptasi, dan hal ini akan menjadi tantangan," kata Zuckerberg mengenai perubahan di pasar kerja. Ia menilai agen AI pribadi dapat membantu pengguna mempelajari keterampilan baru dan menghadapi perubahan tersebut.

Visi itu juga berkaitan dengan perangkat Meta, termasuk kacamata pintar berbasis AI. Zuckerberg membayangkan setiap orang memiliki agen pribadi yang memahami tujuan dan kebutuhan pengguna serta dapat digunakan melalui berbagai perangkat.

Di sisi lain, Zuckerberg belum menjelaskan secara mendalam risiko seperti kehilangan pekerjaan, senjata otonom dan pengawasan pemerintah. Ia lebih menekankan akses luas terhadap AI untuk membantu masyarakat beradaptasi dan membuka peluang baru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.