Tekno

Startup Besutan Eks Karyawan Google Raih Rp641 Miliar untuk Lawan Phishing AI

Yusuf Tirtayasa | 11 Agustus 2026, 21:12 WIB
Startup Besutan Eks Karyawan Google Raih Rp641 Miliar untuk Lawan Phishing AI
Startup Besutan Eks Google Raih Rp641 Miliar untuk Lawan Phishing AI. (Ilustrasi AI)

AKURAT.CO Serangan phishing berbasis kecerdasan buatan semakin sulit dikenali karena pelaku dapat menggunakan AI untuk mengumpulkan informasi mengenai target dan membuat pesan yang sangat personal.

Kondisi tersebut mendorong AegisAI, startup keamanan siber yang didirikan mantan eksekutif keamanan Google, mengembangkan sistem pertahanan berbasis AI agent.

Dilansir oleh TechCrunch, perusahaan yang baru berdiri kurang dari setahun itu telah digunakan oleh puluhan pelanggan dan kini memperoleh pendanaan Series A senilai US$36 juta atau sekitar Rp641 triliun. Pendanaan tersebut dipimpin Battery Ventures dengan partisipasi investor sebelumnya, Accel dan Foundation Capital.

AI Dipakai untuk Membaca Pola Serangan Phishing

AegisAI didirikan oleh Cy Khormaee dan Ryan Luo, dua mantan eksekutif keamanan Google yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan teknologi Safe Browsing dan reCAPTCHA. Mereka melihat sistem keamanan email berbasis aturan tradisional semakin sulit menghadapi pesan berbahaya yang dibuat menggunakan AI.

Menurut Khormaee, sistem keamanan konvensional yang mengandalkan aturan “jika-maka” memiliki keterbatasan ketika berhadapan dengan serangan yang dibuat secara khusus untuk setiap korban. AI memungkinkan penyerang mengumpulkan informasi seperti hubungan antarpegawai, proyek yang sedang dikerjakan, hingga rencana perjalanan untuk kemudian menyusun pesan yang tampak meyakinkan.

AegisAI menggunakan AI agent untuk menganalisis setiap pesan dengan memperhatikan konteks dan kejanggalan kecil yang mungkin terlewat oleh sistem berbasis daftar aturan. Pendekatan tersebut dirancang untuk mendeteksi pola yang lebih kompleks daripada sekadar mencocokkan alamat pengirim atau tanda-tanda phishing yang sudah diketahui.

Teknologi perusahaan juga diklaim mampu menemukan lampiran PDF berbahaya yang terlihat normal. Beberapa dokumen semacam itu dapat dilengkapi kata sandi atau CAPTCHA yang dirancang untuk mengecoh sistem penyaringan email tradisional.

AegisAI Perluas Pertahanan Melampaui Email

Kurang dari setahun setelah diluncurkan, AegisAI mengatakan teknologinya telah digunakan oleh puluhan pelanggan, termasuk perusahaan pembayaran kripto Mesh, startup AI LangChain, dan platform kepatuhan privasi Lokker. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu faktor di balik masuknya pendanaan Series A sebesar US$36 juta.

Cy Khormaee mengatakan serangan berbasis AI telah menjadi lebih efektif karena pelaku dapat melakukan riset terhadap target sebelum menyusun serangan yang sangat spesifik. Kondisi ini membuat pertahanan email perlu memahami konteks pesan, bukan hanya mengandalkan tanda-tanda teknis yang telah dikenal.

Dharmesh Thakker, General Partner Battery Ventures, juga melihat meningkatnya penggunaan AI dalam serangan email sebagai alasan penting untuk berinvestasi pada teknologi pertahanan berbasis AI. Menurutnya, perusahaan perlu menghadapi penggunaan AI oleh penyerang dengan sistem AI yang mampu menganalisis ancaman dalam skala yang sama.

AegisAI saat ini masih memusatkan teknologinya pada keamanan email, tetapi perusahaan memiliki rencana memperluas penggunaan AI agent ke bidang pertahanan lain, termasuk keamanan data. Dengan pendanaan baru tersebut, pengembangan sistem investigasi otomatis menjadi bagian dari arah ekspansi perusahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.