Tekno

Motor Listrik Aman Terobos Banjir? Ini Batas Aman dan Tips Berkendaranya

Winna Wandayani | 23 Juli 2026, 11:55 WIB
Motor Listrik Aman Terobos Banjir? Ini Batas Aman dan Tips Berkendaranya
Ilustrasi motor listrik (Freepik)

AKURAT.CO Musim hujan sering membuat pengendara motor listrik khawatir, terutama ketika harus melewati jalanan yang tergenang air. Kekhawatiran ini muncul karena motor listrik menggunakan sistem elektronik dan baterai sebagai sumber tenaga utama.

Meski begitu, motor listrik modern saat ini sudah dilengkapi perlindungan khusus untuk menghadapi kondisi basah. Namun, bukan berarti semua motor listrik bisa langsung digunakan untuk menerobos banjir tanpa memperhatikan batas aman.

Salah satu indikator ketahanan motor listrik terhadap air dapat dilihat dari sertifikasi Ingress Protection (IP). Kode ini menunjukkan tingkat perlindungan perangkat terhadap debu dan air.

Motor listrik dengan rating tinggi seperti IPX7 memiliki kemampuan bertahan ketika terendam air dalam kondisi tertentu. Angka 7 pada sertifikasi tersebut berarti perangkat dapat bertahan di dalam air hingga kedalaman sekitar 1 meter selama maksimal 30 menit.

Meski memiliki perlindungan tersebut, pengendara tetap harus berhati-hati. Air dengan arus deras, genangan terlalu tinggi, atau banjir yang membawa kotoran dapat meningkatkan risiko kerusakan pada komponen maupun membahayakan keselamatan.

Tips Aman Mengendarai Motor Listrik Saat Banjir

Sebelum memutuskan melewati jalan yang tergenang, pengendara perlu memastikan kondisi air masih dalam batas aman. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

- Pastikan ketinggian air tidak melewati batas aman motor.

- Hindari genangan yang sudah mencapai dek kaki atau area bawah jok.

- Cari jalur alternatif jika air terlihat terlalu dalam.

Saat melewati genangan, gunakan kecepatan rendah dan jaga laju motor tetap stabil. Hindari membuka gas secara tiba-tiba karena cipratan air dapat mengenai bagian penting kendaraan.

Selain itu, pengendara juga perlu menghindari banjir dengan arus yang deras. Motor listrik umumnya memiliki bobot lebih ringan dibanding motor konvensional sehingga lebih mudah terdorong oleh aliran air.

Pengendara juga disarankan tidak berhenti di tengah genangan, kecuali dalam kondisi darurat. Motor yang terlalu lama berada di dalam air dapat meningkatkan risiko air masuk ke bagian kelistrikan.

Setelah berhasil melewati jalan yang tergenang, segera lakukan pemeriksaan sederhana pada motor. Beberapa bagian yang perlu diperhatikan yaitu:

- Port pengisian daya untuk memastikan tidak ada sisa air.

- Area roda dan rem agar tetap bekerja optimal.

- Bagian bodi dan kompartemen penyimpanan untuk mencegah kelembapan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Motor Listrik Terendam Banjir?

Jika motor listrik sudah terlanjur terendam banjir, jangan langsung mencoba menyalakannya. Sistem elektronik yang masih basah dapat mengalami korsleting ketika dialiri listrik.

Berikut cara yang bisa dilakukan:

- Matikan motor dan hentikan aliran listrik.

- Pindahkan kendaraan ke tempat yang lebih kering dan aman.

- Keringkan bagian luar menggunakan kain bersih.

- Periksa indikator pada panel instrumen untuk melihat adanya gangguan.

- Bawa motor ke pusat servis jika muncul tanda error atau kendaraan tidak berfungsi normal.

Dikutip dari Yadea, Kamis (23/7/2026), hindari menggunakan udara bertekanan tinggi untuk mengeringkan bagian kelistrikan karena tekanan udara dapat mendorong air masuk lebih dalam ke komponen.

Motor listrik tetap aman digunakan saat musim hujan selama pengendara memahami batas kemampuannya. Perlindungan seperti IPX7 membantu menghadapi air, tetapi tidak menjamin aman dari semua kondisi banjir.

Karena itu, memilih motor listrik dengan sistem perlindungan yang baik serta menerapkan cara berkendara yang tepat menjadi hal penting agar perjalanan tetap aman saat cuaca buruk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.