8 Tips Merawat Baterai Motor Listrik agar Awet dan Tetap Optimal

AKURAT.CO Motor listrik semakin banyak dipilih sebagai kendaraan harian karena lebih hemat biaya operasional. Selain itu, kendaraan ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Meski demikian, performa motor listrik sangat bergantung pada kondisi baterainya. Karena itu, perawatan yang tepat diperlukan agar baterai tetap bekerja secara optimal.
Perawatan yang baik juga dapat membantu memperpanjang usia pakai baterai. Berikut cara merawat baterai motor listrik agar tetap awet dan performanya terjaga:
- Isi ulang baterai saat kapasitas berada di kisaran 25-80 persen dan hindari menunggu hingga di bawah 20 persen.
- Lakukan pengisian daya secara rutin, meski motor jarang digunakan, setidaknya setiap dua hingga tiga hari sekali.
- Jangan mengisi daya saat baterai masih panas setelah digunakan.
- Parkir motor di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
- Gunakan charger dan kabel pengisian daya yang orisinal atau sesuai rekomendasi pabrikan.
- Hindari mengisi daya terlalu lama atau membiarkan baterai terus terhubung ke charger setelah hampir penuh.
- Tunggu sekitar 30 menit setelah motor digunakan sebelum mulai mengisi ulang daya.
- Hindari benturan, pukulan, atau guncangan keras pada baterai untuk mencegah kerusakan komponen internal.
Mengisi daya baterai pada waktu yang tepat dapat membantu menjaga kesehatannya dalam jangka panjang. Sebaliknya, kebiasaan mengisi daya saat baterai terlalu kosong bisa mempercepat penurunan performa.
Pengguna juga sebaiknya tidak langsung mengisi daya ketika baterai masih panas setelah digunakan. Suhu yang terlalu tinggi berpotensi memengaruhi kinerja dan usia pakai baterai.
Dikutip dari situs resmi Polytron, Jumat (12/6/2026), paparan panas dari lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan. Karena itu, motor listrik disarankan diparkir di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Selain lokasi parkir, penggunaan charger dan kabel yang sesuai standar pabrikan juga penting. Perangkat pengisian yang tidak kompatibel dapat memicu panas berlebih dan berisiko merusak komponen baterai.
Pengguna juga perlu menghindari benturan atau guncangan keras pada baterai. Dengan perawatan yang dilakukan secara konsisten, performa baterai dapat tetap optimal dan usia pakainya menjadi lebih panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026





