Muncul Tren Baru, Startup Berlomba Masuk Jawaban ChatGPT

AKURAT.CO Perubahan besar sedang terjadi di dunia pemasaran digital. Jika selama dua dekade terakhir perusahaan berlomba tampil di halaman pertama Google, kini banyak startup mulai mengejar target baru: muncul dalam jawaban yang diberikan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya penggunaan mesin AI untuk mencari informasi, rekomendasi produk, hingga referensi layanan. Pengguna kini tidak selalu membuka mesin pencari tradisional, melainkan langsung bertanya kepada AI dan menerima jawaban instan.
Akibatnya, banyak perusahaan mulai menyadari bahwa visibilitas di mesin AI dapat menjadi faktor penting dalam mendapatkan pelanggan baru. Tren tersebut bahkan melahirkan kategori bisnis baru yang berfokus membantu merek agar lebih sering direkomendasikan oleh AI.
Startup Mulai Optimalkan Visibilitas di Mesin AI
Menurut laporan TechCrunch, muncul gelombang startup yang menawarkan layanan untuk membantu perusahaan memahami bagaimana produk atau merek mereka ditampilkan dalam jawaban AI. Perusahaan-perusahaan ini menganalisis bagaimana model AI memberikan rekomendasi dan sumber informasi apa yang digunakan untuk membentuk jawaban tersebut.
Perubahan perilaku pengguna menjadi salah satu pendorong utama tren ini. Ketika seseorang bertanya kepada AI tentang software terbaik, layanan bisnis, atau produk tertentu, jawaban yang muncul dapat memengaruhi keputusan pembelian secara langsung.
Karena itu, perusahaan mulai memandang mesin AI sebagai saluran distribusi informasi yang sama pentingnya dengan mesin pencari dan media sosial. Mereka ingin mengetahui mengapa suatu merek direkomendasikan sementara merek lain tidak muncul sama sekali.
Sejumlah startup bahkan mengembangkan alat analitik khusus untuk memantau seberapa sering sebuah merek disebut dalam jawaban AI dan bagaimana posisinya dibanding kompetitor.
Era Baru Setelah SEO
Selama bertahun-tahun, Search Engine Optimization (SEO) menjadi strategi utama untuk mendapatkan trafik dari Google. Namun kemunculan AI generatif menciptakan tantangan baru karena pengguna tidak selalu mengklik situs web setelah memperoleh jawaban.
Perusahaan kini mulai mempelajari pendekatan baru yang sering disebut sebagai optimasi visibilitas AI. Fokusnya bukan hanya mendapatkan peringkat tinggi di hasil pencarian, tetapi juga memastikan informasi mereka menjadi bagian dari jawaban yang diberikan model AI.
Perubahan ini diperkirakan akan memengaruhi banyak industri digital, mulai dari e-commerce, SaaS, media online, hingga startup teknologi. Semakin banyak pengguna yang mengandalkan AI untuk mencari informasi, semakin besar pula nilai bisnis dari kemampuan tampil dalam rekomendasi AI.
Meski masih berada pada tahap awal, tren ini menunjukkan bahwa persaingan digital mulai bergeser dari perebutan posisi di mesin pencari menuju perebutan ruang dalam jawaban AI yang dikonsumsi jutaan pengguna setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 5SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 6DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 7Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 8Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba








