Tekno

Startup AI Disebut Manipulasi Angka demi Kejar Valuasi

Yusuf Tirtayasa | 24 Mei 2026, 23:22 WIB
Startup AI Disebut Manipulasi Angka demi Kejar Valuasi

AKURAT.CO Demam investasi kecerdasan buatan ternyata mulai memunculkan sisi gelap baru di industri teknologi. Sejumlah startup diduga melebih-lebihkan angka pendapatan mereka demi menarik investor dan meningkatkan valuasi perusahaan.

Fenomena ini menjadi perhatian besar karena industri AI saat ini sedang mengalami lonjakan investasi besar-besaran. Banyak startup berlomba menunjukkan pertumbuhan super cepat untuk mendapatkan pendanaan raksasa di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Di balik euforia tersebut, sejumlah investor dan pelaku industri mulai mempertanyakan apakah semua angka pertumbuhan yang diumumkan startup AI benar-benar mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya.

Startup AI Diduga Gunakan Metrik Pendapatan “Abu-Abu”

Laporan terbaru dari TechCrunch mengungkap bahwa beberapa startup AI diduga menggunakan definisi pendapatan yang diperluas untuk membuat performa bisnis terlihat jauh lebih besar.

Salah satu metrik yang menjadi sorotan adalah ARR atau Annual Recurring Revenue. Dalam industri startup, ARR biasanya dipakai untuk menggambarkan pendapatan berulang tahunan dari pelanggan aktif.

Namun sejumlah startup disebut mulai menggunakan versi lain seperti “contracted ARR” atau “committed ARR”, lalu tetap menyebutnya sebagai ARR biasa di depan publik.

Scott Stevenson, co-founder startup legal AI Spellbook, bahkan menyebut praktik tersebut sebagai masalah serius di industri AI. Dalam unggahannya di X, Stevenson mengatakan:

“Alasan banyak startup AI memecahkan rekor pendapatan adalah karena mereka menggunakan metrik yang tidak jujur.”

Menurut laporan tersebut, beberapa investor sebenarnya mengetahui adanya perbedaan angka tersebut, tetapi tetap membiarkannya karena persaingan AI yang sangat agresif membuat semua pihak ingin terlihat sebagai pemenang pasar.

Tekanan Industri AI Semakin Tinggi

Ledakan industri AI membuat startup dituntut tumbuh jauh lebih cepat dibanding era startup teknologi sebelumnya. Banyak investor kini berharap perusahaan AI bisa melonjak dari pendapatan kecil menjadi ratusan juta dolar hanya dalam waktu singkat.

Tekanan itu membuat sebagian startup mulai memakai berbagai pendekatan agresif untuk menunjukkan pertumbuhan tinggi di mata publik dan calon investor.

Laporan TechCrunch juga menyebut beberapa perusahaan memakai metode “annualized run-rate revenue”, yaitu memproyeksikan pendapatan jangka pendek menjadi angka tahunan besar meski pendapatan tersebut belum tentu stabil.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana persaingan AI kini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perebutan persepsi pasar. Startup yang terlihat tumbuh paling cepat sering mendapatkan perhatian investor lebih besar meski angka bisnisnya belum tentu sepenuhnya stabil.

Meski demikian, banyak pelaku industri percaya tren AI masih akan terus berkembang pesat. Investor disebut tetap agresif menanamkan dana ke startup AI karena yakin teknologi tersebut akan menjadi pusat industri digital global dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.