Tekno

Microsoft Perkenalkan Majorana 2, Chip Kuantum Baru yang Diklaim Lebih Stabil

Winna Wandayani | 4 Juni 2026, 21:44 WIB
Microsoft Perkenalkan Majorana 2, Chip Kuantum Baru yang Diklaim Lebih Stabil
Microsoft Majorana 2 (news.microsoft.com)

AKURAT.CO Microsoft memperkenalkan Majorana 2, generasi terbaru chip kuantum yang dikembangkan untuk mempercepat hadirnya komputer kuantum praktis. Perusahaan mengklaim teknologi baru ini membawa peningkatan besar dibandingkan pendahulunya.

Sebelumnya, Microsoft mengumumkan Majorana 1 sebagai prosesor kuantum pertamanya. Klaim terobosan tersebut sempat mendapat tanggapan skeptis dari sebagian kalangan ilmuwan.

Kini, Microsoft menyatakan telah melakukan berbagai penyempurnaan pada Majorana 2. Perubahan tersebut difokuskan pada material yang digunakan untuk membangun chip kuantum.

Menurut Microsoft, Majorana 2 memanfaatkan susunan material baru yang menghasilkan fase topologi lebih stabil. Stabilitas ini dinilai penting untuk meningkatkan kinerja sistem komputasi kuantum.

Perusahaan mengganti material superkonduktor aluminium yang digunakan pada Majorana 1 dengan timbal atau lead. Selain itu, bagian semikonduktor aktif juga diperbarui menggunakan kombinasi indium arsenide dan indium arsenide antimonide.

Dikutip dari laman resminya, Kamis (4/6/2026), Microsoft menyebut perubahan material tersebut mampu meningkatkan performa qubit secara signifikan. Qubit sendiri merupakan unit informasi utama dalam komputasi kuantum.

Pada Majorana 1, masa hidup qubit hanya berada di kisaran satu hingga 12 milidetik. Sementara pada Majorana 2, masa hidup qubit diklaim dapat melampaui 20 detik.

Bahkan, beberapa qubit pada chip terbaru itu disebut mampu bertahan lebih dari satu menit. Peningkatan tersebut membuat stabilitas qubit meningkat lebih dari 1.000 kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.

Microsoft menilai pencapaian ini menjadi langkah penting menuju komputer kuantum yang lebih andal. Stabilitas yang lebih tinggi dapat membantu mengurangi kesalahan saat proses komputasi berlangsung.

Berkat perkembangan tersebut, Microsoft memutuskan mempercepat target pengembangan teknologi kuantumnya. Perusahaan kini menargetkan komputer kuantum yang praktis dan dapat digunakan secara luas pada 2029.

Target tersebut disebut memangkas jadwal pengembangan yang sebelumnya telah direncanakan. Microsoft juga terus mengembangkan prototipe komputer kuantum yang tahan terhadap kesalahan atau fault-tolerant.

Selain memperkenalkan Majorana 2, Microsoft turut meluncurkan platform Microsoft Discovery untuk para peneliti. Platform berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut kini tersedia melalui GitHub dan dapat diakses menggunakan akun GitHub Copilot.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.