Microsoft Perkenalkan Majorana 2, Chip Kuantum Baru yang Diklaim Lebih Stabil

AKURAT.CO Microsoft memperkenalkan Majorana 2, generasi terbaru chip kuantum yang dikembangkan untuk mempercepat hadirnya komputer kuantum praktis. Perusahaan mengklaim teknologi baru ini membawa peningkatan besar dibandingkan pendahulunya.
Sebelumnya, Microsoft mengumumkan Majorana 1 sebagai prosesor kuantum pertamanya. Klaim terobosan tersebut sempat mendapat tanggapan skeptis dari sebagian kalangan ilmuwan.
Kini, Microsoft menyatakan telah melakukan berbagai penyempurnaan pada Majorana 2. Perubahan tersebut difokuskan pada material yang digunakan untuk membangun chip kuantum.
Menurut Microsoft, Majorana 2 memanfaatkan susunan material baru yang menghasilkan fase topologi lebih stabil. Stabilitas ini dinilai penting untuk meningkatkan kinerja sistem komputasi kuantum.
Perusahaan mengganti material superkonduktor aluminium yang digunakan pada Majorana 1 dengan timbal atau lead. Selain itu, bagian semikonduktor aktif juga diperbarui menggunakan kombinasi indium arsenide dan indium arsenide antimonide.
Dikutip dari laman resminya, Kamis (4/6/2026), Microsoft menyebut perubahan material tersebut mampu meningkatkan performa qubit secara signifikan. Qubit sendiri merupakan unit informasi utama dalam komputasi kuantum.
Pada Majorana 1, masa hidup qubit hanya berada di kisaran satu hingga 12 milidetik. Sementara pada Majorana 2, masa hidup qubit diklaim dapat melampaui 20 detik.
Bahkan, beberapa qubit pada chip terbaru itu disebut mampu bertahan lebih dari satu menit. Peningkatan tersebut membuat stabilitas qubit meningkat lebih dari 1.000 kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.
Microsoft menilai pencapaian ini menjadi langkah penting menuju komputer kuantum yang lebih andal. Stabilitas yang lebih tinggi dapat membantu mengurangi kesalahan saat proses komputasi berlangsung.
Berkat perkembangan tersebut, Microsoft memutuskan mempercepat target pengembangan teknologi kuantumnya. Perusahaan kini menargetkan komputer kuantum yang praktis dan dapat digunakan secara luas pada 2029.
Target tersebut disebut memangkas jadwal pengembangan yang sebelumnya telah direncanakan. Microsoft juga terus mengembangkan prototipe komputer kuantum yang tahan terhadap kesalahan atau fault-tolerant.
Selain memperkenalkan Majorana 2, Microsoft turut meluncurkan platform Microsoft Discovery untuk para peneliti. Platform berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut kini tersedia melalui GitHub dan dapat diakses menggunakan akun GitHub Copilot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026







