Tekno

IBM Akuisisi Laboratorium Milik Boeing dan GM, Teknologi Qubit Silikon Jadi Senjata Baru Komputer Kuantum

Yusuf Tirtayasa | 25 Juli 2026, 18:54 WIB
IBM Akuisisi Laboratorium Milik Boeing dan GM, Teknologi Qubit Silikon Jadi Senjata Baru Komputer Kuantum
Ilustrasi IBM Akuisisi HRL Laboratories, Laboratorium Milik Boeing dan GM. (AI)

AKURAT.CO Persaingan membangun komputer kuantum yang benar-benar berguna memasuki tahap baru. IBM mengambil langkah besar dengan mengakuisisi HRL Laboratories, lembaga penelitian teknologi canggih yang selama ini dimiliki bersama oleh Boeing dan General Motors.

Akuisisi tersebut menarik perhatian karena HRL memiliki keahlian penting dalam teknologi silicon-spin qubit, sensor kuantum, material baru, kriogenik, hingga sistem elektronik yang dapat membantu komputer kuantum berkembang menuju skala jauh lebih besar.

Langkah IBM bukan sekadar pembelian sebuah laboratorium penelitian. Perusahaan sedang memperluas pendekatan teknologinya di tengah perlombaan global untuk menciptakan komputer kuantum tahan kesalahan atau fault-tolerant quantum computer. Sistem seperti ini diharapkan suatu hari mampu menyelesaikan persoalan ilmiah dan industri yang terlalu kompleks bagi komputer konvensional.

Berbeda dari komputer biasa yang menggunakan bit bernilai 0 atau 1, komputer kuantum bekerja menggunakan qubit. IBM selama ini dikenal mengembangkan qubit berbasis superkonduktor.

Masuknya keahlian HRL dalam spin qubit berbasis silikon membuka jalur teknologi tambahan yang berpotensi membantu IBM memahami cara membangun mesin kuantum dengan jumlah qubit jauh lebih besar.

Mengutip IBM Newsroom pada Kamis (23/07/2026) perusahaan mengumumkan telah menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi HRL Laboratories, lembaga penelitian yang saat ini dimiliki Boeing dan General Motors. Kedua perusahaan tersebut akan tetap menjadi mitra IBM dalam pengembangan aplikasi kuantum dan teknologi canggih setelah transaksi selesai. Nilai finansial akuisisi tidak diumumkan.

Jay Gambetta, Director of IBM Research sekaligus IBM Fellow, mengatakan tim HRL akan membantu IBM melangkah lebih jauh menuju batas terdepan inovasi kuantum.

Gambetta menambahkan bahwa portofolio teknologi para peneliti HRL akan memperkuat rencana jangka panjang IBM dalam menghadirkan komputasi kuantum yang berguna dengan menggabungkan kemajuan pada komputasi, sensor, dan jaringan kuantum.

Qubit Silikon Bisa Membuka Jalan Baru untuk Memperbesar Komputer Kuantum

Salah satu bagian paling menarik dari transaksi ini adalah teknologi silicon-spin qubit yang dikembangkan HRL.

Secara sederhana, spin qubit memanfaatkan keadaan kuantum elektron dalam struktur berbasis silikon sebagai unit informasi. Pendekatan tersebut menarik karena silikon merupakan material yang sudah menjadi fondasi industri semikonduktor modern.

IBM sendiri tidak meninggalkan pendekatan superkonduktor yang selama ini menjadi inti komputer kuantumnya. Sebaliknya, keahlian HRL akan menjadi teknologi pelengkap yang dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana mesin kuantum dapat diperbesar pada dekade mendatang.

Ada alasan teknis di balik strategi tersebut. IBM menjelaskan bahwa qubit superkonduktor dan spin qubit sama-sama memanfaatkan teknik fabrikasi silikon mutakhir. Kesamaan fondasi manufaktur ini membuat keduanya dinilai memiliki jalur yang kredibel menuju teknologi kuantum berskala besar.

HRL juga membawa kemampuan yang jauh lebih luas daripada qubit. Laboratorium tersebut memiliki keahlian dalam kriogenik, yaitu teknologi yang memungkinkan perangkat beroperasi pada temperatur sangat rendah. Kondisi ekstrem tersebut sangat penting karena banyak sistem kuantum harus dipertahankan mendekati nol absolut agar keadaan kuantumnya tidak mudah terganggu lingkungan.

Selain itu, HRL mengembangkan teknologi control electronics, qubit interconnects, packaging, sensor canggih, komunikasi berkecepatan tinggi, manufaktur maju, serta ilmu material.

Kombinasi kemampuan tersebut penting karena membangun komputer kuantum bukan hanya persoalan menciptakan qubit dalam jumlah banyak. Qubit juga harus dapat dikontrol, dihubungkan, dikemas, didinginkan, dan dilindungi dari kesalahan.

IBM Mengejar Starling 2029 dan Komputer Kuantum 1 Miliar Operasi

Akuisisi HRL menjadi semakin penting jika ditempatkan dalam peta jalan kuantum IBM.

Perusahaan saat ini sedang mengejar pembangunan IBM Quantum Starling, komputer kuantum berskala besar dan tahan kesalahan yang ditargetkan hadir pada 2029.

IBM menyatakan Starling dirancang sekitar 20.000 kali lebih kuat dibanding komputer kuantum masa kini dan ditargetkan mampu menjalankan 100 juta operasi kuantum. Setelah itu, pada pertengahan dekade 2030-an, IBM merencanakan mesin yang lebih kuat bernama Blue Jay dengan kemampuan yang diproyeksikan mencapai 1 miliar operasi kuantum.

Target tersebut memperlihatkan tantangan sebenarnya dalam perlombaan kuantum. Industri tidak cukup hanya meningkatkan jumlah qubit. Tantangan yang jauh lebih sulit adalah mempertahankan qubit agar tetap stabil sekaligus mengendalikan kesalahan ketika jutaan operasi dijalankan.

Di sinilah teknologi HRL dapat memperoleh peran strategis. IBM juga sedang membangun Anderon, yang diumumkan perusahaan pada Mei 2026 sebagai fasilitas pengecoran wafer khusus kuantum atau pure-play quantum wafer foundry. Fasilitas tersebut dibentuk sebagai perusahaan IBM tersendiri dengan dukungan Departemen Perdagangan Amerika Serikat.

Setelah akuisisi HRL, IBM melihat kemungkinan kolaborasi yang lebih erat antara teknologi spin qubit dan Anderon, termasuk potensi produksi spin qubit dalam skala lebih besar. Tujuannya adalah mempercepat siklus eksperimen antara penelitian, fabrikasi chip, pengujian, dan perbaikan desain.

Sementara itu, Rob Vasquez, President dan Chief Executive Officer HRL, menggambarkan bergabungnya laboratorium tersebut dengan IBM sebagai kelanjutan alami dari penelitian yang selama bertahun-tahun dilakukan timnya.

"Bergabung dengan IBM merupakan babak berikutnya yang alami dari apa yang telah kami bangun di HRL."

Menurut Vasquez, para peneliti HRL selama bertahun-tahun mengeksplorasi bagaimana komputer kuantum masa depan dapat dibangun pada skala yang saat ini terlihat mustahil.

Pernyataan itu menjelaskan mengapa akuisisi ini penting. Perlombaan komputer kuantum mulai bergeser dari demonstrasi eksperimen menuju persoalan industrialisasi.

Perusahaan harus menemukan cara memproduksi perangkat kuantum secara konsisten, meningkatkan jumlah komponennya, mengendalikan kesalahan, dan akhirnya menjalankan algoritma yang memberikan manfaat nyata.

IBM tidak mengungkap nilai transaksi sehingga tidak ada nominal mata uang asing yang perlu dikonversi ke rupiah dalam artikel ini. Akuisisi masih harus melewati persetujuan regulator dan persyaratan penutupan transaksi lainnya, dengan penyelesaian yang ditargetkan pada akhir kuartal ketiga 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.