Benarkah Smart Home Bisa Menghemat Listrik? Ini Faktanya

AKURAT.CO Smart home sering dipromosikan sebagai solusi untuk membuat rumah lebih hemat energi. Perangkat seperti smart thermostat, smart plug, hingga lampu pintar disebut mampu membantu mengurangi pemborosan listrik di rumah.
Namun, penghematan listrik dari smart home tidak selalu terjadi secara otomatis. Hasilnya sangat bergantung pada perangkat yang digunakan dan bagaimana fitur otomatisasinya dimanfaatkan.
Salah satu perangkat smart home yang paling sering dikaitkan dengan efisiensi energi adalah smart thermostat. Perangkat ini dapat membantu menghemat energi dengan mengatur suhu rumah secara otomatis sesuai kebutuhan pengguna, sebagaimana dikutip dari ENERGY STAR, Sabtu (30/5/2026).
Temuan tersebut sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Energy. Studi tersebut menemukan sistem HVAC berbasis smart thermostat berpotensi mengurangi konsumsi energi sekitar 8,9 hingga 20,4 persen, tergantung jenis bangunan dan kondisi iklim.
Baca Juga: Kenapa Smart Home Belum Jadi Mainstream di Indonesia?
Selain smart thermostat, smart plug juga menjadi salah satu perangkat smart home yang cukup populer. Perangkat ini membuat pengguna dapat mengontrol perangkat elektronik dari jarak jauh sekaligus mengatur jadwal penggunaan listrik secara otomatis.
Kemampuan tersebut membantu mengurangi konsumsi listrik dari perangkat yang tetap menarik daya meski tidak digunakan. Fenomena ini dikenal sebagai phantom energy atau vampire power.
Dikutip dari The Spruce, penghematan dari smart plug memang tidak terlalu besar jika digunakan secara terpisah. Namun, manfaatnya dapat lebih terasa ketika dikombinasikan dengan perangkat smart home lain untuk mengurangi pemborosan energi.
Lampu pintar juga menawarkan manfaat serupa karena umumnya menggunakan teknologi LED yang lebih hemat daya dibanding lampu konvensional. Selain itu, pengguna dapat mengatur jadwal menyala dan mati lampu secara otomatis sesuai kebutuhan.
Meski begitu, tidak semua perangkat smart home otomatis membuat tagihan listrik turun. Sebagian perangkat tetap membutuhkan daya agar dapat terus terhubung ke internet dan menerima perintah dari pengguna.
Akibatnya, perangkat smart home tetap mengonsumsi listrik meski tidak sedang digunakan secara aktif. Hal itu terjadi karena perangkat harus terus terhubung ke Wi-Fi atau berada dalam kondisi siaga untuk menunggu perintah suara maupun otomatisasi.
Karena itu, manfaat terbesar smart home sebenarnya bukan berasal dari label 'smart', melainkan dari kemampuan otomatisasinya. Perangkat yang digunakan untuk mengurangi pemborosan energi biasanya memberikan dampak yang lebih terasa dibanding sekadar menambah banyak gadget pintar baru.
Pada akhirnya, smart home memang dapat membantu menghemat listrik jika digunakan dengan tepat. Semakin efektif fitur otomatisasi dimanfaatkan untuk mengontrol penggunaan energi, semakin besar pula potensi penghematan yang bisa diperoleh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba








