Tekno

Peretas Hapus Database Pertanahan, Pasar Properti Rumania Lumpuh

Yusuf Tirtayasa | 24 Juli 2026, 22:08 WIB
Peretas Hapus Database Pertanahan, Pasar Properti Rumania Lumpuh
Ilustrasi Peretas Hapus Database Pertanahan Rumania. (AI)

AKURAT.CO Serangan siber terhadap infrastruktur pemerintah Rumania menyebabkan gangguan serius pada sistem pertanahan nasional setelah pelaku dilaporkan menghapus database yang digunakan untuk menjalankan layanan pendaftaran tanah dan properti.

Insiden yang menyerang National Agency for Cadastre and Land Registration (ANCPI) itu membuat sejumlah layanan digital tidak dapat digunakan dan berdampak langsung terhadap aktivitas jual-beli properti.

Infrastruktur teknologi informasi lembaga tersebut kini menjalani proses pemulihan besar-besaran, sementara otoritas berusaha mengembalikan layanan secara bertahap. Kasus ini menunjukkan besarnya dampak serangan terhadap sistem pemerintahan yang menjadi fondasi aktivitas ekonomi masyarakat.

Database Dihapus, Transaksi Properti Ikut Terganggu

Berdasarkan laporan Cybernews, serangan tersebut tidak sekadar membuat layanan ANCPI tidak tersedia. Pelaku disebut berhasil menghapus database penting dari sistem pertanahan, menyebabkan aktivitas yang bergantung pada pencatatan dan verifikasi data properti mengalami hambatan.

Gangguan pada sistem tersebut kemudian berimbas terhadap pasar real estat karena proses administrasi pertanahan merupakan bagian penting dalam transaksi properti. ANCPI bertanggung jawab atas sistem kadaster dan pendaftaran tanah yang menyimpan informasi mengenai kepemilikan serta status properti.

Otoritas Rumania menyatakan infrastruktur teknologi informasi ANCPI saat ini sedang menjalani “instalasi ulang dan konsolidasi secara menyeluruh.” Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan sistem sekaligus memastikan lingkungan teknologi informasi dapat kembali digunakan secara aman.

Pemulihan Sistem Pertanahan Dilakukan Bertahap

Dampak serangan membuat proses pemulihan tidak cukup dilakukan dengan sekadar mengaktifkan kembali server. Infrastruktur yang terdampak harus diperiksa dan dibangun kembali untuk memastikan tidak ada akses atau komponen berbahaya yang masih tertinggal di lingkungan sistem.

Insiden ANCPI juga memperlihatkan risiko serangan destruktif terhadap lembaga publik. Berbeda dari pencurian data yang berfokus mengambil informasi, penghapusan database dapat langsung menghentikan layanan karena organisasi kehilangan akses terhadap data operasional yang dibutuhkan.

Otoritas masih melakukan pemulihan infrastruktur dan konsolidasi sistem setelah serangan tersebut. Belum seluruh detail teknis mengenai metode serangan maupun identitas pelaku diungkap kepada publik dalam laporan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.