Tekno

Microsoft Defender untuk Antivirus? Masih Perlu Aplikasi Tambahan!

Yusuf Tirtayasa | 27 Juni 2026, 20:45 WIB
Microsoft Defender untuk Antivirus? Masih Perlu Aplikasi Tambahan!
Microsoft Defender (Microsoft.com)

AKURAT.CO Microsoft menyebut Microsoft Defender sudah cukup untuk melindungi sebagian besar pengguna Windows dari ancaman malware. Antivirus bawaan ini juga konsisten meraih skor tinggi dalam pengujian independen sehingga dinilai andal untuk penggunaan sehari-hari.

Meski begitu, perlindungan Microsoft Defender memiliki keterbatasan. Aplikasi ini berfokus pada malware dan belum mampu menangani ancaman lain seperti kebocoran data pribadi, pelacakan iklan, hingga pencurian identitas secara menyeluruh.

Bagi pengguna yang hanya memakai komputer untuk bekerja, belajar, atau menjelajah internet, Microsoft Defender umumnya sudah cukup. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat antivirus pihak ketiga menjadi pilihan yang lebih tepat.

Kapan Perlu Menggunakan Antivirus Pihak Ketiga?

Anda sebaiknya mempertimbangkan antivirus tambahan jika:

- Sering mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal atau menggunakan torrent.

- Ingin mendapat notifikasi ketika data pribadi bocor di dark web.

- Membutuhkan perlindungan dari pencurian identitas digital.

- Ingin menghapus data pribadi dari situs pengumpul data (data broker).

- Memerlukan fitur keamanan tambahan di luar perlindungan malware.

Dikutip dari CNET, Jumat (26/6/2026), antivirus pihak ketiga biasanya menawarkan paket keamanan yang lebih lengkap. Selain mendeteksi virus, layanan ini juga menyediakan berbagai fitur yang membantu menjaga privasi pengguna.

Fitur Tambahan yang Ditawarkan Antivirus Pihak Ketiga

Beberapa fitur yang umumnya tersedia meliputi:

- Pemantauan identitas, untuk mendeteksi apakah email, nomor telepon, atau data pribadi muncul dalam kebocoran data.

- Pemantauan dark web, yang memberi peringatan jika akun atau kata sandi pengguna ditemukan di forum ilegal.

- Penghapusan data pribadi, dengan membantu menghapus informasi dari situs pengumpul data.

- Keamanan browser, termasuk memblokir pelacak iklan, situs phishing dan halaman berbahaya.

- Optimasi perangkat, seperti membersihkan file sampah dan meningkatkan performa komputer.

- Parental control, untuk membatasi waktu penggunaan perangkat dan mengawasi aktivitas anak saat berinternet.

Sebagian antivirus juga menyertakan layanan VPN. Namun, kualitas VPN bawaan tersebut belum tentu sebaik layanan VPN khusus yang memang berfokus pada perlindungan privasi.

Kesimpulannya, Microsoft Defender sudah cukup bagi sebagian besar pengguna yang hanya membutuhkan perlindungan dari malware. Namun, antivirus pihak ketiga tetap layak dipertimbangkan jika membutuhkan fitur keamanan dan perlindungan privasi yang lebih lengkap.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.