Jerman Tuding Rusia di Balik Serangan Phishing Signal ke Pejabat

AKURAT.CO Serangan siber yang menargetkan aplikasi pesan terenkripsi kini menjadi perhatian serius pemerintah di Jerman. Otoritas setempat mencurigai aktor yang terkait dengan Rusia berada di balik kampanye phishing yang menyasar akun pejabat tinggi melalui aplikasi pesan Signal.
Mengutip securityweek, serangan ini menargetkan politisi, pejabat militer, hingga jurnalis, dan memicu penyelidikan oleh jaksa federal Jerman. Investigasi resmi telah berlangsung sejak awal 2026 setelah terdeteksi aktivitas mencurigakan pada sejumlah akun komunikasi penting.
Pemerintah menilai operasi tersebut berpotensi menjadi bagian dari kegiatan spionase digital yang lebih luas di Eropa. Meski belum ada atribusi resmi yang menyebut Rusia sebagai pelaku, berbagai indikator dan laporan intelijen menunjukkan kemungkinan keterlibatan aktor negara dalam kampanye tersebut.
Ratusan Akun Pejabat Diduga Diretas
Laporan media Jerman menyebut sekitar 300 akun Signal milik tokoh politik dan pejabat pemerintah diduga berhasil disusupi dalam operasi tersebut. Target serangan mencakup politisi, personel militer, diplomat, dan jurnalis yang memiliki akses terhadap komunikasi sensitif.
Jaksa federal Jerman mengonfirmasi bahwa penyelidikan dilakukan dengan dugaan awal kegiatan spionase. Penyelidikan ini berfokus pada bagaimana pelaku dapat memperoleh akses ke akun komunikasi yang biasanya digunakan untuk percakapan privat dan koordinasi politik.
Baca Juga: Waspada, Ini Tanda-Tanda E-mail Phishing yang Harus Kamu Tahu
Serangan tersebut tidak dilakukan dengan mengeksploitasi kelemahan teknis aplikasi, melainkan melalui teknik rekayasa sosial (social engineering). Pelaku memanfaatkan fitur keamanan yang sah dari aplikasi untuk menipu korban agar memberikan akses ke akun mereka.
Modus Phishing Menyamar sebagai Dukungan Signal
Dalam beberapa kasus, korban menerima pesan yang tampak berasal dari dukungan resmi Signal. Pesan tersebut meminta pengguna memasukkan PIN keamanan, membuka tautan tertentu, atau memindai kode QR.
Jika korban mengikuti instruksi tersebut, pelaku dapat memperoleh akses ke akun Signal mereka, termasuk membaca percakapan dan melihat daftar kontak. Teknik ini membuat serangan terlihat seperti aktivitas normal sehingga sulit terdeteksi.
Otoritas keamanan siber Jerman seperti BfV (Badan Intelijen Domestik) dan BSI (Badan Keamanan Informasi) sebelumnya telah memperingatkan potensi kampanye phishing yang menargetkan pengguna aplikasi pesan terenkripsi.
Meski pemerintah Jerman belum secara resmi menyalahkan Rusia, dugaan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas siber yang dikaitkan dengan Moskow sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Kasus ini juga menegaskan bahwa bahkan platform komunikasi yang dikenal aman sekalipun tetap rentan terhadap serangan berbasis manipulasi pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026





