Tekno

Kebocoran Data Pribadi Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Pengguna Internet?

Winna Wandayani | 24 Juli 2026, 09:16 WIB
Kebocoran Data Pribadi Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Pengguna Internet?
Ilustrasi keamanan siber. (Pexels)

AKURAT.CO Kebocoran data pribadi bukan lagi masalah yang hanya dialami perusahaan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden seperti ini semakin sering terjadi dan ikut berdampak pada pengguna internet.

Banyak orang merasa dirinya tidak akan menjadi target peretas. Padahal, data pribadi milik siapa pun dapat dimanfaatkan untuk berbagai aksi kejahatan digital.

Kabarnya, data yang bocor tidak selalu langsung dipakai untuk mencuri uang. Informasi tersebut justru sering digunakan sebagai bahan untuk menjalankan penipuan yang lebih meyakinkan.

Data pribadi yang dicuri dalam suatu insiden kerap diperjualbelikan kepada pelaku kejahatan lain. Data seperti alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, hingga kata sandi memiliki nilai karena bisa disalahgunakan untuk berbagai modus penipuan, sebagaimana dikutip dari Associated Press, Kamis (23/7/2026).

Semakin banyak informasi yang dimiliki pelaku, semakin mudah menyusun skenario agar korban percaya. Akibatnya, pesan penipuan yang dikirim sering memuat nama atau data pribadi korban sehingga terlihat lebih meyakinkan.

Kebocoran data juga tidak selalu langsung berdampak pada hari yang sama. Dikutip dar Reuters, data hasil kebocoran dapat disimpan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk phishing, pembajakan akun, atau pencurian identitas beberapa waktu kemudian.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Jika menerima pemberitahuan bahwa data pribadi terdampak kebocoran, segera ganti kata sandi akun yang berkaitan. Hindari memakai password yang sama di beberapa layanan karena satu akun yang dibobol bisa membuka akses ke akun lainnya.

Selain mengganti password, aktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) jika tersedia. Fitur ini menambah lapisan keamanan sehingga akun lebih sulit diakses meski kata sandi sudah diketahui orang lain.

Pengguna juga perlu lebih waspada terhadap pesan yang meminta login ulang atau kode OTP. Waspadai pesan yang dikirim melalui:

- Email

- SMS

- WhatsApp

Tidak semua kebocoran data bisa dicegah oleh pengguna. Namun, risiko dapat dikurangi dengan kebiasaan sederhana, seperti:

- Menggunakan password yang berbeda di setiap akun.

- Mengaktifkan 2FA.

- Rutin memantau aktivitas akun.

Di era digital, data pribadi memiliki nilai yang sangat berharga. Karena itu, menjaga informasi pribadi sama pentingnya dengan melindungi uang maupun aset lainnya dari penyalahgunaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.