ManageEngine Perbarui Log360, Tambahkan Fitur Otomatisasi Respons Ancaman Siber

AKURAT.CO ManageEngine memperbarui platform keamanan sibernya, Log360, dengan menghadirkan kemampuan Native Security Orchestration, Automation, and Response (SOAR). Pembaruan ini juga membawa integrasi dengan berbagai vendor keamanan dalam satu platform.
Fitur baru tersebut dirancang untuk membantu proses deteksi, investigasi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga respons terhadap ancaman secara lebih terintegrasi. Upaya ini hadir di tengah meningkatnya ancaman siber dan percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Di Indonesia, kebutuhan akan sistem keamanan digital yang terintegrasi terus meningkat. Kondisi ini terlihat di sektor perbankan, telekomunikasi, manufaktur, ritel, layanan kesehatan, hingga pemerintahan.
Meski demikian, banyak organisasi masih mengoperasikan sistem keamanan yang terpisah. Akibatnya, tim TI dan keamanan harus memantau banyak dashboard dan notifikasi secara manual.
Melalui Native SOAR, Log360 diklaim dapat mengotomatisasi berbagai proses keamanan yang sebelumnya dikerjakan secara manual. Sistem ini juga mampu mengisolasi perangkat yang terinfeksi, menonaktifkan akun yang dicurigai diretas, serta mengirim notifikasi kepada tim keamanan.
Vice President ManageEngine, Manikandan Thangaraj, mengatakan perusahaan membutuhkan solusi yang menghubungkan deteksi, investigasi dan respons ancaman dalam satu sistem. Menurutnya, hal itu dapat mempercepat penanganan insiden keamanan.
"Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan lebih banyak tools keamanan, tetapi solusi yang mampu menghubungkan proses deteksi, investigasi, dan respons ancaman dalam satu sistem yang mudah digunakan," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (19/7/2026).
Ia menambahkan, pemanfaatan AI, otomatisasi dan sistem respons dapat mempercepat penanganan ancaman siber. Pendekatan ini juga diklaim mampu mengurangi beban kerja tim TI dan keamanan.
Pembaruan Log360 turut menghadirkan library playbook otomatis yang bisa langsung digunakan sejak awal implementasi. Dengan begitu, organisasi tidak perlu menyusun alur kerja keamanan dari awal.
Platform ini juga menyediakan dashboard terpusat untuk memantau endpoint, identitas pengguna dan lingkungan cloud. Integrasi tersebut ditujukan agar perusahaan lebih mudah mendeteksi dan merespons ancaman siber.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









