Samsung Blokir Aplikasi Smart TV yang Diam-diam Bagikan Koneksi Internet Pengguna

AKURAT.CO Samsung mengambil langkah tegas dengan melarang aplikasi Smart TV yang membagikan koneksi internet pengguna kepada pihak lain. Kebijakan ini diterapkan setelah muncul temuan riset keamanan yang mengungkap adanya sejumlah aplikasi yang berpotensi membahayakan privasi pengguna.
Temuan tersebut berasal dari perusahaan keamanan siber asal Norwegia, Mnemonic. Peneliti menemukan beberapa aplikasi Smart TV Samsung menyisipkan kode residential proxy (resproxy), yang membuat koneksi internet pengguna dapat dimanfaatkan sebagai jalur lalu lintas data oleh pihak luar.
Menurut Mnemonic, beberapa aplikasi tersebut diklaim telah diunduh di ratusan juta Smart TV. Salah satu yang disorot bahkan merupakan gim Pac-Man yang sebelumnya sempat direkomendasikan Samsung melalui kategori "Editor's Choice".
Teknologi residential proxy bekerja dengan memanfaatkan jaringan internet rumah sebagai titik keluar (exit node) untuk mengalihkan lalu lintas data pengguna lain. Kondisi ini dapat tetap berlangsung di latar belakang meski aplikasi sudah tidak lagi dibuka.
Peneliti Mnemonic, Harrison Sand, menjelaskan banyak aplikasi di toko aplikasi Samsung hanya berisi sedikit kode dan memuat konten dari server eksternal. Akibatnya, proses peninjauan aplikasi tidak selalu dapat mendeteksi fungsi sebenarnya yang dijalankan setelah aplikasi aktif.
Menanggapi laporan tersebut, Samsung menyatakan telah menghentikan pendaftaran aplikasi baru yang menggunakan fungsi residential proxy. Perusahaan juga sedang menghapus aplikasi yang terbukti mengandung komponen tersebut dari toko aplikasinya.
"Kami menerapkan kebijakan pengembang di seluruh platform yang ketat yang secara eksplisit melarang SDK proxy perumahan, dan kami bekerja untuk mengidentifikasi dan menghapus semua aplikasi yang saat ini tersedia di toko kami," kata juru bicara Samsung, dikutip dari TechCrunch, Rabu (5/8/2026).
Kasus ini muncul setelah LG lebih dulu mengumumkan kebijakan serupa pada bulan lalu. Saat itu, laporan penelitian menyebut sekitar 42 persen aplikasi di toko aplikasi Smart TV LG memiliki komponen residential proxy yang dapat memanfaatkan koneksi internet pengguna.
Mnemonic juga menemukan kode residential proxy milik Bright Data di dalam gim Pac-Man tersebut. Namun, Sand menjelaskan fitur itu baru aktif setelah pengguna menyetujui permintaan izin yang ditampilkan aplikasi, lalu akan terus berjalan di latar belakang hingga aplikasi dihapus.
Meski memiliki fungsi yang sah, jaringan residential proxy juga sering disalahgunakan untuk menyamarkan identitas saat melakukan aktivitas siber. Peneliti memperingatkan, perubahan kecil pada kode server dapat mengaktifkan jutaan Smart TV sekaligus tanpa disadari pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 3Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba








