Tekno

Gemini di Android Diduga Punya Celah Keamanan, Bisa Kirim SMS Tanpa Verifikasi PIN

Winna Wandayani | 20 Juli 2026, 18:59 WIB
Gemini di Android Diduga Punya Celah Keamanan, Bisa Kirim SMS Tanpa Verifikasi PIN
Gemini (Blog.google)

AKURAT.CO Pengguna Android perlu mewaspadai temuan celah keamanan baru yang melibatkan asisten kecerdasan buatan (AI) Gemini. Kerentanan ini diduga membuat seseorang mengirim SMS dari layar kunci tanpa harus memasukkan PIN perangkat.

Temuan tersebut tergolong sebagai authentication bypass atau lockscreen bypass, yaitu kondisi ketika sistem keamanan berhasil dilewati tanpa proses verifikasi yang semestinya. Kasus seperti ini biasanya muncul karena kompleksitas sistem operasi dan interaksi berbagai fitur di dalamnya.

Dalam demonstrasi yang beredar, pemilik perangkat sebelumnya telah menonaktifkan akses Gemini ke aplikasi Messages. Saat seseorang mencoba meminta Gemini mengirim SMS dari layar kunci, ponsel awalnya memang meminta autentikasi PIN.

Namun, celah muncul ketika tombol Add attachment ditekan bersamaan dengan tombol Continue. Kombinasi tersebut diduga membuat proses verifikasi PIN terlewati sehingga Gemini tetap dapat menjalankan perintah.

Tidak hanya mengirim SMS, video tersebut juga memperlihatkan akses ke WhatsApp dapat diaktifkan kembali melalui Gemini, meski sebelumnya telah dinonaktifkan pada pengaturan aplikasi. Hal ini menunjukkan dampak kerentanan bisa lebih luas dari sekadar layanan pesan singkat.

Dikutip dari The Register, Senin (20/7/2026), bug ini telah dilaporkan sejak Mei lalu pada Android 16. Google dikabarkan sudah mengetahui masalah tersebut dan sedang menyiapkan pembaruan untuk menutup celah keamanannya.

Kerentanan ini disebut tidak hanya berdampak pada perangkat Pixel. Meski begitu, belum ada informasi resmi mengenai daftar ponsel Android lain yang dipastikan ikut terdampak.

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi di dunia smartphone. Celah keamanan serupa juga pernah ditemukan di sistem operasi lain, termasuk iOS, yang kerap menjadi sasaran peneliti keamanan maupun pihak tidak bertanggung jawab.

Pakar keamanan siber menilai kerentanan seperti lockscreen bypass perlu segera ditangani karena dapat membuka akses ke fitur tertentu meski perangkat masih dalam kondisi terkunci. Risiko penyalahgunaan akan semakin besar jika ponsel jatuh ke tangan orang lain.

Sambil menunggu pembaruan resmi dari Google, pengguna disarankan selalu memasang update keamanan terbaru begitu tersedia. Upaya ini penting untuk meminimalkan risiko eksploitasi terhadap celah yang telah diketahui.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.