Cara Mengenali Aplikasi Berbahaya Sebelum Terlambat, Jangan Asal Install

AKURAT.CO Mengunduh aplikasi sudah menjadi aktivitas sehari-hari. Mulai dari aplikasi belanja, media sosial, hingga layanan perbankan, hampir semuanya kini tersedia di ponsel.
Namun, tidak semua aplikasi yang beredar aman digunakan. Pelaku kejahatan siber kini semakin sering memanfaatkan aplikasi palsu untuk mencuri data pribadi maupun informasi penting milik pengguna.
Tidak hanya itu, aplikasi yang telah disusupi malware juga dapat digunakan untuk memata-matai aktivitas pengguna hingga menguras rekening korban. Karena itu, mengunduh aplikasi tanpa memeriksa keamanannya dapat menimbulkan risiko yang tidak disadari.
Dikutip dari Kaspersky, Rabu (29/7/2026), aplikasi berbahaya masih menjadi salah satu jalur utama penyebaran malware di perangkat seluler. Pelaku juga terus menyamarkan aplikasinya agar terlihat seperti layanan resmi sehingga lebih mudah mengelabui pengguna.
Banyak orang mengira aplikasi berbahaya hanya berasal dari situs tidak dikenal. Padahal, aplikasi palsu sering kali dibuat menyerupai layanan populer, lengkap dengan logo, nama, hingga tampilan yang hampir identik.
Selain itu, beberapa aplikasi meminta izin akses yang sebenarnya tidak berkaitan dengan fungsinya. Misalnya, aplikasi senter yang meminta akses ke kontak, lokasi, mikrofon, atau SMS. Kondisi seperti ini patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda aplikasi mencoba mengumpulkan data pengguna tanpa alasan yang jelas.
Sebelum memasang aplikasi, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan, antara lain:
- Periksa nama pengembang dan pastikan berasal dari perusahaan resmi.
- Baca ulasan pengguna, terutama komentar mengenai iklan berlebihan, aplikasi sering crash, atau aktivitas mencurigakan.
- Hindari aplikasi dengan jumlah unduhan sangat sedikit jika mengaku sebagai layanan populer.
- Cek izin akses yang diminta dan pastikan sesuai dengan fungsi aplikasi.
- Unduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi seperti Google Play atau App Store. Meski tidak menjamin 100 persen aman, kedua platform memiliki proses pemeriksaan keamanan yang lebih ketat.
Masih banyak anggapan bahwa hanya perangkat Android yang rentan terhadap malware. Faktanya, perangkat iPhone juga dapat menjadi sasaran aplikasi berbahaya, meski jumlah kasusnya relatif lebih sedikit karena sistem distribusi aplikasinya lebih ketat.
Para peneliti keamanan menilai tidak ada sistem operasi yang benar-benar kebal dari ancaman siber. Risiko meningkat jika pengguna menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi, mengabaikan pembaruan keamanan, atau memberikan izin akses sembarangan.
Memperbarui aplikasi bukan hanya untuk mendapatkan fitur baru. Pengembang juga rutin menutup celah keamanan yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.
Jika aplikasi sudah lama tidak diperbarui atau pengembangnya tidak lagi aktif, sebaiknya pertimbangkan mencari alternatif yang lebih terpercaya. Upaya sederhana seperti rutin memperbarui aplikasi dan sistem operasi dapat membantu mengurangi risiko serangan siber.
Pada akhirnya, mengenali aplikasi berbahaya tidak harus memahami teknologi yang rumit. Cukup biasakan memeriksa pengembang, izin akses dan mengunduh aplikasi dari sumber resmi untuk membantu melindungi data pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 3Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba








