Tekno

Apple Peringatkan Pengguna di 110 Negara Jadi Target Spyware

Yusuf Tirtayasa | 19 Agustus 2026, 20:18 WIB
Apple Peringatkan Pengguna di 110 Negara Jadi Target Spyware
Ilustrasi hacker. (AI)

AKURAT.CO Apple kembali mengirimkan notifikasi ancaman kepada pengguna yang diduga menjadi sasaran serangan mercenary spyware. Pada gelombang terbaru, Apple memperingatkan pengguna yang berada di 110 negara.

Mengutip The Hacker News, perusahaan menyebut telah memberikan notifikasi serupa kepada pelanggan di lebih dari 150 negara sejak pertama kali memperkenalkan sistem peringatan tersebut pada 2021.

Serangan mercenary spyware menjadi perhatian serius karena dirancang untuk menargetkan individu tertentu dengan kemampuan dan sumber daya yang jauh lebih besar dibandingkan serangan siber biasa. Apple menyebut ancaman ini dapat menyasar orang berdasarkan siapa mereka atau pekerjaan yang dilakukan, termasuk jurnalis, aktivis, politikus, dan diplomat.

Apple Deteksi Serangan Spyware yang Sangat Canggih

Apple menyebut serangan mercenary spyware sebagai salah satu ancaman digital paling canggih karena membutuhkan biaya dan tingkat kecanggihan teknologi yang tinggi. Serangan tersebut biasanya hanya menyasar sejumlah kecil individu dan perangkat secara spesifik.

Dalam pernyataannya, Apple mengatakan tidak mengaitkan serangan maupun notifikasi ancaman yang dikirim kepada pengguna dengan kelompok penyerang atau wilayah geografis tertentu. Perusahaan juga tidak mengungkapkan secara rinci alasan teknis yang menyebabkan seseorang menerima notifikasi karena informasi tersebut berpotensi membantu pelaku memperbaiki taktik serangan mereka.

Apple mengategorikan notifikasi tersebut sebagai peringatan dengan tingkat keyakinan tinggi bahwa pengguna telah menjadi sasaran serangan mercenary spyware. Perusahaan meminta pengguna yang menerima peringatan untuk menganggapnya sebagai ancaman serius.

Notifikasi dapat muncul melalui tiga jalur. Peringatan Apple Threat Notification akan ditampilkan di iPhone, termasuk Lock Screen dan Settings. Pengguna juga akan menerima email pada alamat yang terhubung dengan Apple Account, sementara pemberitahuan lain akan muncul pada bagian atas halaman Apple Account setelah pengguna masuk ke akun mereka.

Apple Sarankan Pengguna Perkuat Keamanan iPhone

Untuk meningkatkan perlindungan, Apple menyarankan pengguna memperbarui perangkat ke versi perangkat lunak terbaru, menggunakan kode sandi, Touch ID atau Face ID, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor untuk Apple Account.

Apple juga menyarankan pengguna mengaktifkan Stolen Device Protection dan Lockdown Mode, hanya memasang aplikasi dari sumber terpercaya, serta menghindari membuka tautan atau lampiran yang berasal dari pengirim tidak dikenal. Perkembangan terbaru menunjukkan perhatian terhadap ancaman ini semakin meningkat.

Mohammed Al-Maskati, aktivis hak asasi manusia Bahrain sekaligus Digital Security Helpline Director di Access Now, mengatakan kepada TechCrunch bahwa pihaknya menerima jumlah permintaan bantuan yang sangat tinggi setelah Apple mengirimkan gelombang notifikasi terbaru. Sejumlah penerima peringatan dilaporkan termasuk anggota militer Ukraina.

John Scott-Railton, Senior Researcher di The Citizen Lab, juga menilai skala dan keragaman geografis laporan pengguna yang menerima notifikasi kali ini tergolong tidak biasa. Menurutnya, jumlah pemberitahuan yang diketahui publik kemungkinan hanya sebagian kecil dari keseluruhan kasus yang terjadi.

Apple diketahui mulai mengirimkan Threat Notification kepada pengguna sejak akhir 2021. Sistem tersebut dirancang untuk memberi tahu pengguna ketika perusahaan mendeteksi indikasi bahwa perangkat mereka kemungkinan menjadi sasaran mercenary spyware, sebuah ancaman yang berbeda dari serangan siber massal yang biasanya menargetkan pengguna secara luas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.