YouTube Naikkan Syarat Monetisasi, Kreator Harus Capai 8.000 Jam Tayang

AKURAT.CO YouTube menaikkan syarat bagi kreator baru yang ingin mendapatkan penghasilan dari iklan dan langganan. Mulai 1 Februari 2027, kreator harus mengumpulkan 8.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir atau 20 juta tayangan Shorts dalam 90 hari.
Sebelumnya, kreator cukup memiliki 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang selama setahun untuk memenuhi syarat monetisasi. Sementara kreator Shorts membutuhkan 1.000 subscriber dan 10 juta tayangan dalam 90 hari.
YouTube menegaskan perubahan tersebut tidak berlaku bagi kreator yang sudah tergabung dalam YouTube Partner Program. Dengan demikian, kreator yang telah memenuhi persyaratan sebelumnya tetap dapat menjalankan monetisasi.
Selain menaikkan batas masuk, YouTube juga memperketat aturan pendapatan dari konten Shorts. Kreator harus mempertahankan sedikitnya 10 juta tayangan Shorts dalam periode 90 hari untuk memperoleh penghasilan dari Shorts Creators Pool.
Kanal yang tidak mencapai angka tersebut tetap berada dalam program partner dan masih bisa mendapatkan penghasilan dari video berdurasi panjang. Pendapatan dari Shorts akan kembali setelah kanal mencapai 10 juta tayangan dalam periode 90 hari.
Dikutip dari situs resminya, Rabu (19/8/2026), YouTube mengatakan perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan pertumbuhan platform. Saat ini, YouTube mencatat lebih dari 200 miliar tayangan Shorts setiap hari dan lebih dari 1 miliar jam waktu tonton melalui televisi setiap hari.
Aturan baru ini membuat kreator membutuhkan jumlah penonton yang lebih besar dan konsisten sebelum bisa menghasilkan uang. Kreator Shorts juga menghadapi tantangan lebih besar karena harus mempertahankan jumlah tayangan dalam periode yang relatif singkat.
Di sisi lain, YouTube memperluas layanan Premium Lite ke seluruh negara yang sudah menyediakan YouTube Premium. Kreator memperoleh bagian dari pendapatan langganan berdasarkan waktu tonton dan tayangan, dengan porsi 55 persen untuk video panjang dan 45 persen untuk Shorts.
Premium Lite menghadirkan pengalaman tanpa iklan di sebagian besar video, serta fitur unduhan dan pemutaran di latar belakang. YouTube menyebut kreator rata-rata bisa mendapat penghasilan lebih tinggi dari pengguna Premium dibandingkan iklan.
Perubahan skema monetisasi juga dilakukan platform lain seperti X dan Facebook. X kini lebih menekankan konten orisinal dalam program bagi kreator, sementara Facebook sebelumnya meluncurkan program monetisasi baru untuk menarik kreator dari TikTok dan YouTube.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 3HAKA Auto Ungkap Mobil Listrik Mulai Masuk ke Kebutuhan Mobilitas Harian
- 4BYD Kantongi Lebih dari 4.000 SPK di GIIAS 2026, M6 DM Jadi Kontributor Utama
- 5Harga GPU Nvidia, AMD, Intel Terbaru Agustus 2026
- 6Sewa Mobil Goldenbird Kini Bisa Dipesan Lewat MyBluebird dan Web
- 7ChatGPT Kini Bisa Edit dan Simpan File Google Drive Langsung dari Chat
- 8Xiaomi 18 Ultra Dikabarkan Ditunda, Ada Apa?
- 9Apple Kuasai 46 Persen Pasar Wearable Band Global pada Kuartal II 2026
- 10Teknik X-Ray Baru Bisa Gandakan Efisiensi Pemindaian






