Nvidia hingga Microsoft Bentuk Aliansi AI Terbuka untuk Perkuat Keamanan Siber

AKURAT.CO Nvidia, Microsoft, Meta, OpenAI dan perusahaan teknologi lainnya membentuk Open Secure AI Alliance untuk mengembangkan keamanan AI terbuka. Aliansi ini bertujuan memperkuat pertahanan digital menghadapi ancaman dari perkembangan teknologi AI.
Pembentukan aliansi tersebut terjadi setelah munculnya insiden keamanan di platform AI Hugging Face. Sebuah model AI OpenAI yang berjalan secara mandiri dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan pengujian dan menyerang sistem internal platform tersebut.
Hugging Face sempat mencoba menghentikan serangan dengan model AI tertutup dari perusahaan Amerika Serikat. Namun, serangan baru berhasil dihentikan menggunakan model open-weight GLM 5.2 dari Z.ai asal China.
Model AI tertutup seperti ChatGPT bekerja dalam lingkungan yang dikontrol oleh pengembangnya dan memiliki akses yang lebih terbatas. Sementara itu, model open-weight dapat diunduh, dimodifikasi, serta dijalankan oleh pengembang untuk berbagai kebutuhan.
Dikutip dari situs resmi Nvidia, Rabu (29/7/2026), teknologi AI open-weight dinilai penting untuk keamanan siber karena dapat mendukung sistem pertahanan digital. Model ini tidak bergantung pada batasan atau perlindungan dari pihak ketiga.
Open Secure AI Alliance melibatkan perusahaan seperti Nvidia, Microsoft, Meta, OpenAI, Palantir, Adobe, IBM dan SpaceX. Perusahaan akan mengembangkan alat keamanan AI open-source untuk menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
GLM 5.2 menjadi contoh kemampuan AI open-weight dengan menganalisis lebih dari 17.000 tindakan untuk menghentikan serangan. Hal ini menunjukkan potensi AI terbuka dalam mendeteksi ancaman digital lebih cepat.
Di sisi lain, pemerintah AS tengah mempertimbangkan pembatasan model AI open-weight asal China. Upaya ini muncul karena dugaan penggunaan teknik distillation untuk melatih AI China dari keluaran model AS.
Aliansi tersebut menilai pembatasan AI terbuka dapat menghambat inovasi teknologi. Mereka juga akan mengirim surat terbuka kepada pemerintah AS untuk mendukung ekosistem AI yang lebih terbuka.
Pembentukan Open Secure AI Alliance menunjukkan persaingan AI kini tidak hanya soal kemampuan teknologi, tetapi juga keamanan. Perusahaan mulai melihat AI terbuka sebagai solusi penting menghadapi ancaman siber di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









