Tekno

China Pertimbangkan Perketat Ekspor Teknologi AI dan Chip Canggih

Winna Wandayani | 28 Juli 2026, 13:05 WIB
China Pertimbangkan Perketat Ekspor Teknologi AI dan Chip Canggih
Ilustrasi gambar (Freepik)

AKURAT.CO Pemerintah China dilaporkan tengah mempertimbangkan aturan baru untuk memperketat ekspor teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Beijing menjaga teknologi strategis tetap berada di dalam negeri.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa China mulai menganggap AI sebagai aset penting bagi kepentingan nasional. Hal serupa juga dilakukan Amerika Serikat yang telah menerapkan kontrol terhadap sejumlah teknologi canggih, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (27/7/2026).

Sebelumnya, regulator China menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahaan teknologi besar untuk membahas pembatasan akses luar negeri terhadap model AI tercanggih. Pembahasan itu mencakup model AI yang sudah tersedia maupun teknologi yang masih dalam tahap pengembangan.

Kementerian Perdagangan China disebut telah berkonsultasi dengan perusahaan AI dan pembuat chip lokal terkait perlindungan teknologi unggulan. Pemerintah ingin mencegah teknologi canggih serta perusahaan rintisan strategis diakuisisi oleh pihak asing.

Beberapa perusahaan yang terlibat dalam diskusi tersebut antara lain Alibaba, ByteDance dan Zhipu. Pemerintah China juga mempertimbangkan aturan terkait transfer data penting untuk pelatihan model AI ke luar negeri.

Selain data, Beijing juga membahas kemungkinan pembatasan akses pengguna asing terhadap bobot model AI buatan perusahaan China. Upaya ini bertujuan mengurangi risiko teknologi inti dipindahkan atau dimanfaatkan di luar negeri.

China juga mengkaji pembatasan terkait produksi chip canggih yang menggunakan desain dari perusahaan lokal. Aturan tersebut berpotensi berdampak pada perusahaan semikonduktor global seperti Qualcomm dan TSMC.

Dikutip dari Financial Times, kebijakan baru itu dapat dimasukkan dalam revisi daftar teknologi yang dilarang atau dibatasi untuk ekspor. Namun, pemerintah masih mempertimbangkan masukan dari industri sebelum menetapkan keputusan akhir.

Selain AI dan chip, China juga mempertimbangkan pembatasan investasi asing terhadap teknologi strategis lain. Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah agentic AI yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri.

Rencana pembatasan ekspor ini mencerminkan meningkatnya persaingan teknologi antara China dan negara-negara Barat. AI dan semikonduktor kini menjadi sektor penting yang dianggap dapat menentukan kekuatan ekonomi serta keamanan nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.