Tekno

Microsoft Perkenalkan Web IQ, Teknologi Pencarian Baru yang Digunakan ChatGPT dan Copilot

Winna Wandayani | 4 Juni 2026, 18:36 WIB
Microsoft Perkenalkan Web IQ, Teknologi Pencarian Baru yang Digunakan ChatGPT dan Copilot
Microsoft Web IQ (Microsoft.com)

AKURAT.CO Microsoft memperkenalkan teknologi baru bernama Web IQ dalam ajang Microsoft Build 2026. Platform ini merupakan kumpulan API berbasis kecerdasan buatan yang dibangun menggunakan indeks pencarian Bing.

Microsoft menyebut Web IQ dirancang khusus untuk kebutuhan agen AI dalam mencari dan mengolah informasi. Teknologi ini berbeda dari mesin pencari konvensional yang dibuat untuk digunakan langsung oleh manusia.

Menurut perusahaan, Web IQ saat ini telah digunakan pada Copilot dan mode pencarian web di ChatGPT. Kehadirannya membuat sistem AI dapat memperoleh informasi yang lebih relevan dengan waktu respons yang lebih cepat.

Jika mesin pencari biasa menampilkan daftar halaman web, Web IQ bekerja dengan cara mengambil bagian informasi tertentu dari sebuah situs. Potongan informasi tersebut kemudian disusun menjadi konteks terstruktur yang dapat langsung dipahami model AI.

Pendekatan ini membuat AI tidak perlu memproses seluruh isi halaman atau membaca kode HTML secara lengkap. Alhasil, penggunaan token menjadi lebih efisien dan proses pencarian informasi dapat berlangsung lebih cepat.

Untuk menentukan kualitas informasi yang dipilih, Microsoft menggunakan sistem penilaian bernama Grounding Satisfaction atau GDSAT. Metrik ini mengevaluasi konten berdasarkan kelengkapan informasi, kebaruan data dan tingkat kredibilitas sumber.

Dikutip dari laman resminya, Kamis (4/6/2026), Microsoft menjelaskan bahwa halaman dengan peringkat tinggi di hasil pencarian tidak selalu digunakan seluruhnya oleh Web IQ. Sistem hanya akan memilih bagian yang dianggap paling relevan dan memberikan informasi tambahan yang bernilai.

Dari sisi performa, Microsoft mengklaim Web IQ mampu memberikan respons dengan latensi kurang dari 165 milidetik. Perusahaan juga menyebut kecepatannya sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan solusi serupa dalam kondisi yang sebanding.

Web IQ dibangun menggunakan berbagai teknologi pendukung, termasuk pencarian vektor berbasis DiskANN. Selain itu, terdapat sistem orkestrasi yang membantu AI menemukan dan menggabungkan informasi dari berbagai sumber.

Microsoft juga mengembangkan model pemahaman konten yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI generatif. Model tersebut berfokus pada kemampuan memahami informasi yang dibutuhkan untuk proses penalaran, bukan sekadar relevansi pencarian biasa.

"Agen ingin mengekstrak informasi yang tepat dari dokumen, mengemasnya dan mengirimkannya dengan cepat," ujar Jordi Ribas selaku Presiden Pencarian dan AI di Microsoft.

Microsoft memastikan Web IQ tetap mengikuti aturan akses yang berlaku pada Bing, termasuk dukungan terhadap robots.txt. Pengumuman ini juga mengonfirmasi bahwa hasil pencarian ChatGPT kini memilih informasi hingga tingkat paragraf, sehingga kualitas setiap bagian konten menjadi semakin penting.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.