Microsoft Perkenalkan Web IQ, Teknologi Pencarian Baru yang Digunakan ChatGPT dan Copilot

AKURAT.CO Microsoft memperkenalkan teknologi baru bernama Web IQ dalam ajang Microsoft Build 2026. Platform ini merupakan kumpulan API berbasis kecerdasan buatan yang dibangun menggunakan indeks pencarian Bing.
Microsoft menyebut Web IQ dirancang khusus untuk kebutuhan agen AI dalam mencari dan mengolah informasi. Teknologi ini berbeda dari mesin pencari konvensional yang dibuat untuk digunakan langsung oleh manusia.
Menurut perusahaan, Web IQ saat ini telah digunakan pada Copilot dan mode pencarian web di ChatGPT. Kehadirannya membuat sistem AI dapat memperoleh informasi yang lebih relevan dengan waktu respons yang lebih cepat.
Jika mesin pencari biasa menampilkan daftar halaman web, Web IQ bekerja dengan cara mengambil bagian informasi tertentu dari sebuah situs. Potongan informasi tersebut kemudian disusun menjadi konteks terstruktur yang dapat langsung dipahami model AI.
Pendekatan ini membuat AI tidak perlu memproses seluruh isi halaman atau membaca kode HTML secara lengkap. Alhasil, penggunaan token menjadi lebih efisien dan proses pencarian informasi dapat berlangsung lebih cepat.
Untuk menentukan kualitas informasi yang dipilih, Microsoft menggunakan sistem penilaian bernama Grounding Satisfaction atau GDSAT. Metrik ini mengevaluasi konten berdasarkan kelengkapan informasi, kebaruan data dan tingkat kredibilitas sumber.
Dikutip dari laman resminya, Kamis (4/6/2026), Microsoft menjelaskan bahwa halaman dengan peringkat tinggi di hasil pencarian tidak selalu digunakan seluruhnya oleh Web IQ. Sistem hanya akan memilih bagian yang dianggap paling relevan dan memberikan informasi tambahan yang bernilai.
Dari sisi performa, Microsoft mengklaim Web IQ mampu memberikan respons dengan latensi kurang dari 165 milidetik. Perusahaan juga menyebut kecepatannya sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan solusi serupa dalam kondisi yang sebanding.
Web IQ dibangun menggunakan berbagai teknologi pendukung, termasuk pencarian vektor berbasis DiskANN. Selain itu, terdapat sistem orkestrasi yang membantu AI menemukan dan menggabungkan informasi dari berbagai sumber.
Microsoft juga mengembangkan model pemahaman konten yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI generatif. Model tersebut berfokus pada kemampuan memahami informasi yang dibutuhkan untuk proses penalaran, bukan sekadar relevansi pencarian biasa.
"Agen ingin mengekstrak informasi yang tepat dari dokumen, mengemasnya dan mengirimkannya dengan cepat," ujar Jordi Ribas selaku Presiden Pencarian dan AI di Microsoft.
Microsoft memastikan Web IQ tetap mengikuti aturan akses yang berlaku pada Bing, termasuk dukungan terhadap robots.txt. Pengumuman ini juga mengonfirmasi bahwa hasil pencarian ChatGPT kini memilih informasi hingga tingkat paragraf, sehingga kualitas setiap bagian konten menjadi semakin penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026





