Artemis II Berhasil Keliling Bulan, NASA Pecahkan Rekor Manusia Terjauh

AKURAT.CO Misi Artemis II menjadi tonggak sejarah baru eksplorasi antariksa setelah NASA mengumumkan keberhasilan awak Orion mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi dengan selamat.
Publik dibuat takjub dengan pencapaian terbaru manusia di luar angkasa. Misi ini dianggap sebagai langkah besar menuju pendaratan manusia berikutnya di Bulan dan persiapan eksplorasi Mars di masa depan.
NASA menjelaskan bahwa Artemis II menjadi misi berawak pertama program Artemis yang membawa astronaut mengitari Bulan selama hampir 10 hari. Awak yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen menggunakan kapsul Orion yang diluncurkan menggunakan roket Space Launch System atau SLS.
Kapsul Orion menjadi salah satu teknologi yang paling banyak dibahas karena dirancang khusus untuk perjalanan deep space. Sistem ini memiliki perlindungan panas, panel surya otomatis, sistem navigasi AI, serta teknologi komunikasi jarak jauh yang memungkinkan astronaut tetap terhubung dengan pusat kendali di Bumi.
Rekor Baru Manusia Terjauh dari Bumi
Dalam perjalanan tersebut, awak Artemis II berhasil mencapai jarak lebih dari 248 ribu mil dari Bumi. Rekor ini melampaui pencapaian misi Apollo 13 yang sebelumnya menjadi manusia dengan jarak terjauh dari planet Bumi.
Selain menguji kemampuan manusia di luar orbit rendah Bumi, NASA juga menguji berbagai perangkat baru seperti software navigasi otomatis, sistem daya panel surya Orion, hingga simulasi komunikasi untuk misi Mars. Teknologi ini nantinya dipakai pada proyek eksplorasi jangka panjang Moon to Mars.
Teknologi Orion Jadi Sorotan Penggemar Antariksa
Banyak penggemar antariksa juga mulai membandingkan Orion dengan kapsul SpaceX Dragon dan Starliner milik Boeing. Orion unggul pada kemampuan deep space karena dirancang khusus menghadapi radiasi luar angkasa dan perjalanan jarak jauh di luar orbit Bumi.
Di sisi lain, meningkatnya popularitas Artemis II ikut memicu pencarian tools simulasi antariksa seperti NASA Eyes, Universe Sandbox, dan SpaceEngine. Platform tersebut digunakan pengguna untuk mempelajari simulasi orbit Bulan, jalur penerbangan Orion, hingga visualisasi perjalanan manusia menuju Mars.
Keberhasilan Artemis II dianggap sebagai fondasi penting sebelum NASA menjalankan misi Artemis III untuk pendaratan manusia di Bulan. Banyak penggemar antariksa kini menunggu perkembangan berikutnya sambil mengikuti update resmi NASA melalui platform digital dan dokumentasi misi terbaru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026





