Tekno

Nokia Raup Untung Besar Berkat Lonjakan Bisnis AI

Yusuf Tirtayasa | 22 Mei 2026, 22:12 WIB
Nokia Raup Untung Besar Berkat Lonjakan Bisnis AI

AKURAT.CO Perusahaan teknologi jaringan asal Finlandia, Nokia, mencatat lonjakan kinerja bisnis pada kuartal pertama 2026 berkat meningkatnya permintaan infrastruktur artificial intelligence (AI) dan layanan cloud.

Kenaikan tersebut membuat saham Nokia mencapai level tertinggi dalam 16 tahun terakhir setelah laporan keuangannya melampaui ekspektasi pasar.

Berdasarkan laporan Reuters, laba operasional comparable Nokia naik 54% menjadi 281 juta euro atau sekitar Rp5,2 triliun pada kuartal pertama 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibanding perkiraan analis yang berada di kisaran 250 juta euro.

Reuters melaporkan peningkatan bisnis Nokia didorong tingginya permintaan pusat data AI dari perusahaan hyperscaler atau penyedia cloud besar yang menggunakan teknologi jaringan serat optik untuk mendukung infrastruktur AI mereka.

Penjualan AI dan Cloud Nokia Melonjak

Nokia menyebut penjualan dari pelanggan AI dan cloud naik 49% pada kuartal pertama 2026. Perusahaan juga mencatat pesanan baru senilai 1 miliar euro atau sekitar Rp18,5 triliun dari sektor tersebut.

Total penjualan bersih comparable Nokia mencapai 4,5 miliar euro atau sekitar Rp83,5 triliun selama periode tersebut. Reuters menyebut angka ini sejalan dengan estimasi pasar.

Lonjakan bisnis AI membuat Nokia meningkatkan proyeksi pertumbuhan pasar AI dan cloud. Perusahaan kini memperkirakan pasar tersebut akan tumbuh 27% per tahun pada periode 2025–2028, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 16%.

Selain itu, Nokia juga menaikkan proyeksi pertumbuhan bisnis network infrastructure menjadi 12%–14% pada 2026. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan pertumbuhan hanya berada di kisaran 6%–8%.

Saham Nokia Sentuh Level Tertinggi 16 Tahun

Reuters melaporkan saham Nokia naik hampir 7% dalam perdagangan awal di Helsinki setelah laporan keuangan diumumkan. Kenaikan itu membuat saham perusahaan mencapai level tertinggi sejak April 2010.

Nokia sebelumnya dikenal sebagai produsen ponsel, sebelum beralih fokus ke bisnis infrastruktur jaringan dan teknologi telekomunikasi. Setelah mengakuisisi perusahaan Infinera asal Amerika Serikat, Nokia kini menjadi salah satu produsen sistem transportasi optik terbesar di dunia.

CEO Nokia, Justin Hotard, mengatakan perusahaan saat ini berada di atas titik tengah proyeksi laba operasional tahunan mereka.

Laporan Reuters menyebut tingginya permintaan infrastruktur AI menjadi faktor utama yang terus mendorong pertumbuhan bisnis jaringan dan cloud Nokia sepanjang 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.