Tekno

AI Buatan China Diklaim Mampu Prediksi Cuaca Ekstrem hingga Risiko Banjir

Winna Wandayani | 24 Juli 2026, 14:27 WIB
AI Buatan China Diklaim Mampu Prediksi Cuaca Ekstrem hingga Risiko Banjir
Ilustrasi AI (Freepik)

AKURAT.CO China memperkenalkan kecerdasan buatan (AI) bernama Mazu untuk memprediksi cuaca ekstrem dan potensi banjir. Teknologi ini mulai digunakan di sejumlah negara berkembang guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sistem Mazu memanfaatkan model prakiraan cuaca berbasis AI, data satelit meteorologi, radar, hingga data pengamatan dari negara pengguna. Seluruh data tersebut diolah untuk menghasilkan peringatan dini yang lebih cepat dan sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.

Saat ini, Mazu telah diterapkan di Pakistan, Djibouti, Ethiopia, Yordania, Mongolia, Kepulauan Solomon, serta Sri Lanka. Selain itu, sekitar 40 negara di kawasan Global South juga telah menguji versi cloud dari sistem tersebut.

Kemampuan Mazu tidak hanya digunakan untuk memperkirakan cuaca harian. Sistem ini juga dapat membantu memantau ancaman topan, siklon tropis, hujan lebat, hingga potensi banjir yang berisiko mengganggu aktivitas masyarakat.

Di Pakistan, Mazu dimanfaatkan untuk memberikan peringatan dini terhadap berbagai ancaman bencana hidrometeorologi. Sementara di Nigeria, versi cloud digunakan untuk membantu memprediksi banjir di kawasan perkotaan.

Djibouti memanfaatkan teknologi ini untuk menyediakan prakiraan cuaca yang lebih rinci bagi aktivitas pelabuhan. Informasi tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan pelayaran dan operasional logistik, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Jumat (24/7/2026).

Menurut Kepala Insinyur China Meteorological Administration (CMA), Pan Jinjun, Mazu dikembangkan sebagai sistem yang dapat menyesuaikan layanan dengan kebutuhan setiap negara. Karena itu, hasil prakiraannya dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah pengguna.

Mazu juga mendukung program Early Warnings for All yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program itu bertujuan agar seluruh negara memiliki akses terhadap sistem peringatan dini cuaca ekstrem.

Sepanjang tahun ini, sistem tersebut mendapat pembaruan yang meningkatkan ketelitian prakiraan cuaca. Resolusi pemetaan ditingkatkan dari 9 kilometer menjadi 3 kilometer, sementara pembaruan data kini dapat dilakukan setiap enam jam.

China juga berencana memperluas pemanfaatan Mazu ke berbagai sektor industri. Perusahaan pelayaran dan otoritas pelabuhan menjadi salah satu pihak yang diproyeksikan memanfaatkan layanan prakiraan cuaca secara lebih detail.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.