Tekno

Google Pamer Antigravity 2.0 di I/O 2026, AI Diklaim Bisa Bangun Sistem Operasi dalam 12 Jam

Winna Wandayani | 21 Mei 2026, 17:46 WIB
Google Pamer Antigravity 2.0 di I/O 2026, AI Diklaim Bisa Bangun Sistem Operasi dalam 12 Jam
Google Antigravity 2.0 (antigravity.google)

AKURAT.CO Google kembali menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai sorotan utama di Google I/O 2026. Salah satu yang diperkenalkan adalah Antigravity 2.0, platform coding berbasis AI terbaru dari Google.

Dalam presentasinya, Google mengklaim Antigravity 2.0 mampu membuat kerangka sistem operasi hanya dalam waktu sekitar 12 jam. Teknologi ini disebut memakai 93 sub-agent AI untuk menangani proses desain, perencanaan dan coding secara otomatis.

Google juga menyebut proyek tersebut memproses miliaran token AI selama pengerjaan. Menariknya, seluruh proses diklaim berjalan dengan biaya komputasi di bawah US$1.000 (sekitar Rp17 jutaan).

AI Google Bisa Jalankan Doom di Sistem Operasi Buatan Sendiri

Google turut memamerkan kemampuan Antigravity 2.0 secara langsung di atas panggung Google I/O 2026. Sistem operasi buatan AI tersebut bahkan dipakai untuk menjalankan game klasik Doom.

Demo sempat mengalami kendala karena belum memiliki driver keyboard. Namun, Google meminta Antigravity 2.0 membuat driver itu secara real-time hingga akhirnya game bisa dijalankan.

Antigravity 2.0 dibangun menggunakan konsep agentic AI. Teknologi ini membuat banyak sistem AI dapat bekerja secara mandiri untuk membagi dan menyelesaikan tugas tanpa pengawasan penuh manusia.

Google AI Studio Kini Bisa Bikin Aplikasi Android Lewat Prompt

Dikutip dari laman resminya, Kamis (21/5/2026), Google juga menghadirkan fitur baru di Google AI Studio pada ajang Google I/O 2026. Fitur ini membuat pengguna dapat membuat aplikasi Android hanya lewat perintah teks.

Pengguna cukup menjelaskan ide aplikasi dengan bahasa natural. Setelah itu, AI akan membuat aplikasi sekaligus menampilkan pratinjau melalui emulator Android bawaan.

Aplikasi yang dibuat juga bisa langsung diuji di smartphone Android yang terhubung. Pada tahap awal, fitur ini difokuskan untuk aplikasi ringan berbasis utilitas.

Google menyebut fitur tersebut mendukung aplikasi yang memanfaatkan kamera dan GPS perangkat. Meski dibuat dengan AI, aplikasi tetap harus lolos proses review Google Play sebelum dirilis.

Google mengumumkan Antigravity 2.0 kini hadir sebagai aplikasi desktop mandiri. Platform ini juga mendukung akses command-line untuk kebutuhan workflow pengembang yang lebih kompleks.

Hal tersebut menunjukkan ambisi Google dalam membawa konsep 'vibe coding' ke lebih banyak pengguna. Google ingin pemrograman berbasis instruksi natural semakin luas digunakan di ekosistem Android dan pengembangan software.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.