Agility Robotics Siapkan Ekspansi Besar-besaran, Robot Humanoid Digiforce Mulai Menantang Dominasi Tesla

AKURAT.CO Persaingan robot humanoid memasuki fase baru. Setelah Tesla terus mengembangkan robot Optimus untuk kebutuhan industri, perusahaan robotika asal Amerika Serikat, Agility Robotics, mempercepat ekspansinya dengan memperluas fasilitas produksi dan meningkatkan kapasitas pengembangan robot humanoid Digit.
Langkah ini mempertegas bahwa pasar robot pekerja kini menjadi salah satu arena persaingan paling panas di industri teknologi.
Robot humanoid dipandang sebagai generasi berikutnya dalam otomatisasi industri. Berbeda dengan lengan robot konvensional yang hanya bekerja di satu titik produksi, robot humanoid dirancang agar mampu berjalan, membawa barang, memindahkan material, hingga beroperasi di lingkungan kerja yang sebelumnya hanya dapat ditangani manusia.
Perkembangan ini dilaporkan oleh TechCrunch pada Jumat, 17 Juli 2026, bahwa Agility Robotics memperluas operasinya di kawasan Silicon Valley sebagai bagian dari strategi mempercepat pengembangan robot humanoid Digit. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat riset perangkat lunak, kecerdasan buatan, serta integrasi robot dengan pelanggan industri yang semakin meningkat.
Peggy Johnson selaku Chief Executive Officer (CEO) Agility Robotics, menjelaskan bahwa perusahaan kini memasuki tahap baru setelah berhasil membawa robot humanoid keluar dari laboratorium menuju penggunaan komersial.
"Kami berada pada titik ketika robot humanoid mulai digunakan dalam operasi bisnis nyata. Fokus kami sekarang adalah meningkatkan skala produksi dan mempercepat implementasi di lapangan," ujar Peggy.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa industri robotika kini tidak lagi sekadar mengejar demonstrasi teknologi, tetapi mulai memasuki fase komersialisasi dalam skala besar.
Robot Humanoid Semakin Dibutuhkan Dunia Industri
Agility Robotics dikenal sebagai pengembang Digit, robot humanoid yang dirancang untuk membantu pekerjaan logistik dan pergudangan. Robot ini mampu berjalan dengan dua kaki, mengangkat kotak, memindahkan barang, hingga bekerja bersama manusia tanpa memerlukan perubahan besar pada tata letak gudang.
Keunggulan utama robot humanoid dibanding sistem otomatisasi konvensional adalah kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan yang memang sejak awal dirancang untuk manusia. Karena memiliki bentuk tubuh menyerupai manusia, robot dapat menggunakan lorong, tangga, pintu, maupun peralatan yang sudah tersedia tanpa perlu pembangunan infrastruktur baru.
Meningkatnya minat pelanggan membuat Agility Robotics memperluas tim pengembangan perangkat lunak AI dan sistem navigasi robot. Perusahaan juga terus meningkatkan kemampuan persepsi visual, pengambilan keputusan secara real-time, serta efisiensi konsumsi energi agar Digit mampu bekerja lebih lama dalam lingkungan industri.
Persaingan di sektor ini semakin ketat. Selain Agility Robotics, sejumlah perusahaan besar seperti Tesla, Figure AI, Apptronik, Sanctuary AI, hingga Boston Dynamics juga mengembangkan robot humanoid dengan kemampuan yang terus meningkat.
Analis industri menilai bahwa dalam beberapa tahun mendatang, robot humanoid berpotensi menjadi solusi atas kekurangan tenaga kerja di sektor logistik, manufaktur, dan distribusi yang mulai dirasakan banyak negara.
AI dan Robotika Semakin Sulit Dipisahkan
Kemajuan robot humanoid tidak hanya bergantung pada perangkat keras, tetapi juga pada perkembangan kecerdasan buatan. Model AI generatif kini mulai digunakan untuk membantu robot memahami instruksi bahasa alami, mengenali objek, merencanakan gerakan, hingga mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
Karena itu, perusahaan robotika kini semakin banyak merekrut peneliti AI dibanding hanya insinyur mekanik. Integrasi antara AI dan robotika diyakini menjadi fondasi utama lahirnya generasi baru robot pekerja yang lebih fleksibel dan mampu menangani tugas-tugas kompleks.
Ekspansi Agility Robotics menunjukkan bahwa industri robot humanoid telah bergerak dari tahap eksperimen menuju implementasi nyata. Jika beberapa tahun lalu robot humanoid lebih sering tampil dalam demonstrasi teknologi, kini perusahaan mulai berlomba membangun kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan industri.
Perubahan tersebut diperkirakan akan mempercepat adopsi robot di berbagai sektor dalam beberapa tahun mendatang. Bagi dunia industri, robot humanoid bukan lagi sekadar inovasi masa depan, melainkan mulai menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas, mengatasi kekurangan tenaga kerja, dan mempercepat transformasi menuju era otomatisasi berbasis kecerdasan buatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 5SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 6DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 7Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 8Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba





