Tekno

OpenAI Tutup Atlas, Pengguna Diminta Beralih ke ChatGPT

Yusuf Tirtayasa | 17 Juli 2026, 17:05 WIB
OpenAI Tutup Atlas, Pengguna Diminta Beralih ke ChatGPT

AKURAT.CO OpenAI resmi mengumumkan penghentian browser berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Atlas. Layanan tersebut dijadwalkan berhenti beroperasi pada 9 Agustus 2026, kurang dari satu tahun sejak pertama kali diperkenalkan.

Sebagai gantinya, perusahaan akan memindahkan berbagai kemampuan Atlas ke aplikasi desktop ChatGPT, Codex, serta ekstensi ChatGPT untuk Google Chrome.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi OpenAI untuk menyatukan pengalaman penggunaan AI dalam satu ekosistem, sehingga pengguna tidak lagi perlu berpindah-pindah aplikasi saat melakukan riset, menjelajah internet, maupun menjalankan tugas otomatis berbasis AI.

Pengguna Atlas juga diimbau segera mencadangkan bookmark dan data penting sebelum layanan dihentikan secara permanen.

OpenAI Alihkan Fitur Atlas ke ChatGPT

Dalam pengumuman resminya, OpenAI menjelaskan bahwa fitur-fitur agen berbasis browser yang sebelumnya tersedia di Atlas akan diintegrasikan langsung ke ChatGPT dan Codex.

Pengalaman baru ini mencakup dukungan banyak tab, unduhan file, navigasi yang lebih baik, hingga kemampuan login ke berbagai akun saat menjalankan tugas otomatis.

OpenAI menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan pengalaman mengembangkan Atlas selama beberapa bulan terakhir. Alih-alih mempertahankan browser terpisah, perusahaan memilih menghadirkan kemampuan AI langsung di platform ChatGPT agar lebih praktis digunakan.

Pengguna juga disarankan mengekspor bookmark Atlas sebelum 9 Agustus 2026, karena setelah tanggal tersebut browser tidak lagi dapat digunakan.

Pengguna Diminta Segera Simpan Data Penting

Selain menghentikan Atlas, OpenAI mengingatkan bahwa browser yang sudah tidak didukung tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan. Karena itu, pengguna dianjurkan segera memindahkan bookmark dan halaman penting ke browser lain seperti Google Chrome melalui fitur ekspor yang telah disediakan.

Ke depan, OpenAI akan memusatkan pengembangan pengalaman menjelajah internet berbasis AI pada aplikasi desktop ChatGPT dan ekstensi Chrome.

Strategi ini diharapkan menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi tanpa mengharuskan pengguna berpindah ke browser baru, sekaligus memperkuat posisi ChatGPT sebagai pusat berbagai layanan AI milik OpenAI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.