Trump Media Catat Rugi Rp6,6 Triliun di Kuartal Pertama

AKURAT.CO Perusahaan media milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG), melaporkan kerugian besar pada kuartal pertama 2026 meski pendapatan perusahaan mengalami kenaikan tipis.
Laporan keuangan ini kembali menyoroti tantangan bisnis platform media sosial Truth Social di tengah persaingan ketat industri digital.
Berdasarkan laporan Variety, TMTG membukukan penjualan bersih sebesar US$871.200 atau sekitar Rp14,1 miliar pada kuartal pertama 2026. Angka tersebut naik sekitar 6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun di sisi lain, perusahaan mencatat kerugian bersih sebesar US$405,9 juta atau sekitar Rp6,6 triliun. Selain itu, perusahaan juga melaporkan rugi operasional sebesar US$387,8 juta atau sekitar Rp6,3 triliun dalam periode yang sama.
Truth Social Masih Hadapi Tantangan Bisnis
TMTG merupakan perusahaan induk dari platform media sosial Truth Social yang diluncurkan setelah Donald Trump dilarang dari sejumlah platform media sosial besar pada 2021.
Dalam laporan tersebut, perusahaan menyebut masih memiliki posisi kas dan investasi yang kuat. TMTG mengakhiri kuartal pertama 2026 dengan lebih dari US$759 juta atau sekitar Rp12,3 triliun dalam bentuk kas, setara kas, dan investasi jangka pendek.
Meski demikian, laporan keuangan menunjukkan bisnis media sosial perusahaan masih menghadapi tantangan besar dalam menghasilkan pendapatan yang stabil. Pendapatan perusahaan tetap relatif kecil dibanding kerugian yang dicatat sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Perusahaan Fokus Pengembangan Bisnis Digital
Variety melaporkan TMTG terus memperluas fokus bisnisnya di luar media sosial, termasuk pengembangan layanan streaming dan produk keuangan digital.
Perusahaan juga menyatakan akan terus mengembangkan ekosistem digital mereka melalui berbagai layanan yang terhubung dengan platform Truth Social. Namun laporan kuartalan terbaru belum menunjukkan perubahan signifikan pada sisi profitabilitas perusahaan.
Laporan keuangan kuartal pertama ini muncul di tengah perhatian investor terhadap kinerja perusahaan teknologi dan media digital sepanjang 2026. TMTG sebelumnya juga menjadi sorotan karena fluktuasi harga saham dan performa bisnis platform Truth Social.
Dalam laporan yang sama, perusahaan tetap menegaskan komitmennya untuk mengembangkan layanan media digital dan memperkuat posisi bisnis mereka di pasar teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026





