Tekno

Roket Long March 7A China Meledak 85 Detik Setelah Diluncurkan

Winna Wandayani | 13 Agustus 2026, 19:36 WIB
Roket Long March 7A China Meledak 85 Detik Setelah Diluncurkan
Roket Long March-7 meledak sesaat setelah diluncurkan dari Wenchang Spacecraft Launch Site, China. (Meng Zhongde/VCG/AP)

AKURAT.CO Roket Long March 7A milik China mengalami kegagalan saat membawa satelit komunikasi ke orbit. Roket tersebut meledak sekitar 85 detik setelah diluncurkan dari Wenchang Space Launch Site, Hainan, Senin (10/8/2026) malam.

Rekaman video memperlihatkan roket berubah menjadi bola api sebelum akhirnya pecah di udara. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat dan menjadi salah satu kegagalan yang jarang dialami Long March 7A.

Badan berita pemerintah China, Xinhua, baru mengonfirmasi kejadian tersebut sekitar tiga jam setelah peluncuran. Xinhua menyebut roket mengalami 'anomali selama penerbangan', sementara penyebab kegagalan masih diselidiki.

Roket itu seharusnya membawa satelit Zhongxing-4B atau ChinaSat-4B ke orbit. Satelit tersebut dirancang untuk menyediakan layanan komunikasi, termasuk radio dan televisi bagi pengguna di berbagai wilayah, sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu (12/8/2026).

Long March 7A dikembangkan oleh China Academy of Launch Vehicle Technology, bagian dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Roket sepanjang sekitar 60 meter ini memiliki empat booster dan mampu membawa muatan hingga 7 ton menuju geostationary transfer orbit (GTO).

Peluncuran Senin menjadi misi ke-18 Long March 7A sejak pertama kali digunakan pada 2020. Sebelumnya, roket ini hanya pernah mengalami kegagalan pada misi perdananya, sedangkan peluncuran berikutnya pada Maret 2021 berhasil.

Kegagalan tersebut juga terjadi ketika China sedang mempercepat pengembangan teknologi roket yang dapat digunakan kembali. Negara tersebut tengah bersaing dengan Amerika Serikat dalam pengembangan roket, eksplorasi Bulan, serta kemampuan peluncuran satelit.

"Roket sangat keras. Ada alasan untuk ekspresi idiomatik. Saya harap mereka cepat sembuh," tulis Elon Musk dalam pernyataannya di platform X.

Insiden Long March 7A juga berdampak pada jadwal peluncuran roket Zhuque-3 milik perusahaan swasta LandSpace. Peluncuran yang semula dijadwalkan pada Selasa (11/8/2026) pagi di Jiuquan Satellite Launch Center dilaporkan ditunda.

Zhuque-3 menjadi salah satu proyek penting China dalam pengembangan roket yang bisa digunakan kembali. Pada penerbangan perdananya pada Desember 2025, tahap pertama roket tersebut mengalami kebakaran sebelum jatuh di dekat area pendaratan yang telah ditentukan.

China sendiri baru mencatat kemajuan besar dalam teknologi roket reusable pada bulan sebelumnya. Dalam sebuah uji peluncuran orbital, tahap pertama roket berhasil kembali dan mendarat di sebuah platform terapung sekitar enam menit setelah terpisah dari tahap berikutnya.

Berbeda dengan Zhuque-3, Long March 7A tidak dirancang untuk digunakan kembali. Roket ini merupakan kendaraan peluncur tiga tahap yang selama ini menjadi salah satu andalan China untuk mengirim satelit ke orbit.

China terus mengembangkan kemampuan antariksa, tetapi kegagalan peluncuran menunjukkan risiko roket masih tinggi. Negara itu juga mulai fokus pada teknologi roket reusable untuk menekan biaya peluncuran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.