75 Persen Bisnis Eropa Takut Teknologi AS 'Dimatikan'

AKURAT.CO Ketergantungan perusahaan Eropa terhadap layanan teknologi Amerika Serikat mulai dipandang sebagai risiko operasional yang serius. Survei Proton terhadap 1.500 perusahaan di Inggris, Prancis, dan Jerman menemukan 74,8 persen bisnis setidaknya memiliki kekhawatiran terhadap kemungkinan “kill switch” teknologi AS.
Ancaman tersebut merujuk pada kemungkinan perusahaan Eropa kehilangan akses terhadap layanan digital dan cloud dari penyedia Amerika Serikat secara tiba-tiba. Bagi perusahaan yang operasional hariannya sangat bergantung pada layanan tersebut, gangguan selama satu hari saja dapat berdampak besar terhadap produktivitas dan pelayanan kepada pelanggan.
Kekhawatiran ini muncul ketika hubungan teknologi antara Amerika Serikat dan Eropa semakin dipengaruhi ketegangan geopolitik, regulasi digital, serta perdebatan mengenai ketergantungan Eropa terhadap perusahaan teknologi asing.
Lebih dari Separuh Bisnis Tak Bisa Bertahan Sehari
Menurut survei Proton yang dikutip TechRadar, sebanyak 54,5 persen perusahaan Eropa mengatakan mereka tidak akan mampu bertahan lebih dari satu hari jika kehilangan akses terhadap layanan cloud dan digital Amerika Serikat.
Dampak finansialnya juga berpotensi besar. Satu dari empat perusahaan yang disurvei memperkirakan kehilangan hingga €100.000 atau sekitar Rp1,9 miliar akibat satu hari gangguan. Sementara itu, separuh responden memperkirakan kerugiannya akan mencapai lebih dari €50.000 atau sekitar Rp950 juta.
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena perusahaan Eropa menggunakan berbagai layanan teknologi berbasis AS untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi ekstrem, penghentian akses secara mendadak dapat membuat karyawan kehilangan kemampuan untuk bekerja dan perusahaan kesulitan memberikan layanan kepada pelanggan.
“Kill switch bukan lagi kekhawatiran geopolitik abstrak, tetapi krisis kelangsungan bisnis," ujar Raphael Auphan selaku Chief Operating Officer Proton.
Auphan juga menilai tingkat kekhawatiran tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan digital mulai dipandang sebagai ancaman dengan tingkat urgensi yang serupa dengan serangan ransomware.
Eropa Mulai Cari Alternatif Teknologi Sendiri
Ketergantungan tersebut mendorong Uni Eropa mengambil langkah untuk mengembangkan alternatif teknologi lokal. TechRadar melaporkan bahwa Uni Eropa telah meluncurkan Tech Sovereignty Package pada Juni untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan hyperscaler Amerika Serikat dan manufaktur teknologi China.
Survei Proton menunjukkan 67,8 persen perusahaan yang ditanya bersedia berpindah ke penyedia teknologi berdaulat jika “kill switch” benar-benar terjadi. Namun, ketersediaan layanan cloud Eropa saat ini belum sepenuhnya menyamai kemampuan penyedia teknologi AS.
Kekhawatiran terhadap kemungkinan penghentian layanan juga berkaitan dengan meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan Eropa. Trump sebelumnya mengkritik regulasi teknologi Eropa dan menuduh aturan tersebut merugikan perusahaan Amerika.
TechRadar juga melaporkan bahwa Proton telah meluncurkan solusi business continuity yang dirancang membantu perusahaan tetap beroperasi ketika menghadapi gangguan akibat ransomware, gangguan perangkat lunak, maupun kemungkinan penghentian layanan teknologi AS.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kedaulatan teknologi mulai dipandang bukan hanya sebagai persoalan politik, tetapi juga sebagai bagian dari strategi kelangsungan bisnis perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba





