Bulan Makin Jauh dari Bumi, Ternyata Ini Dampaknya pada Durasi Satu Hari

AKURAT.CO Jarak Bulan dan Bumi ternyata terus bertambah setiap tahun. Satelit alami Bumi tersebut rata-rata bergerak menjauh sekitar 3,8 sentimeter per tahun.
Angka itu memang terdengar kecil, tetapi pergerakan Bulan memiliki efek terhadap Bumi. Salah satunya adalah membuat rotasi Bumi perlahan melambat sehingga durasi satu hari bertambah.
Perubahan tersebut bukan sesuatu yang bisa dirasakan manusia secara langsung. Pengaruhnya baru terlihat jika diamati dalam rentang waktu yang sangat panjang.
Perubahan yang Berlangsung Sangat Lambat
Jarak rata-rata Bulan dari Bumi saat ini berada di kisaran 385.000 kilometer. Angka tersebut tidak selalu sama karena Bulan mengelilingi Bumi melalui orbit yang sedikit lonjong.
Ilmuwan menggunakan teknologi laser untuk mengukur perubahan jarak antara Bumi dan Bulan. Sinar laser diarahkan ke reflektor yang dipasang di permukaan Bulan, kemudian waktu tempuh cahaya saat kembali ke Bumi dihitung secara presisi.
Pengukuran yang dilakukan dalam jangka panjang menunjukkan adanya perubahan jarak antara kedua benda langit tersebut. Hasil pengamatan membuktikan bahwa Bulan perlahan bergerak semakin jauh dari Bumi.
Ada Hubungannya dengan Lautan
Fenomena ini berkaitan erat dengan gaya pasang surut. Gravitasi Bulan menarik air laut di Bumi sehingga menciptakan tonjolan pasang, sebagaimana dikutip dari Space, Senin (10/8/2026).
Namun, karena Bumi terus berputar, posisi tonjolan tersebut tidak persis berada di bawah Bulan. Perbedaan posisi itu kemudian menghasilkan interaksi gravitasi yang secara perlahan memengaruhi pergerakan keduanya.
Sebagian energi rotasi Bumi berpindah ke orbit Bulan. Akibatnya, Bulan mendapatkan tambahan momentum untuk bergerak ke orbit yang lebih jauh, sedangkan rotasi Bumi sedikit melambat.
Dulu Hari di Bumi Lebih Pendek
Efek tersebut bukan hanya terjadi pada masa sekarang. Interaksi antara Bumi dan Bulan telah berlangsung selama miliaran tahun dan ikut memengaruhi panjang hari sepanjang sejarah Bumi.
Fosil cangkang menjadi salah satu bukti bahwa sekitar 70 juta tahun lalu, durasi satu hari di Bumi hanya sekitar 23,5 jam. Hal ini menunjukkan bahwa rotasi Bumi pada masa tersebut berlangsung lebih cepat dibandingkan sekarang.
Kondisi Bumi dan Bulan juga berbeda ketika Bulan baru terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Pada masa itu, Bulan diperkirakan berada jauh lebih dekat dengan Bumi daripada jaraknya saat ini.
Apakah Bulan Bisa Lepas dari Bumi?
Menjauhnya Bulan bukan berarti satelit tersebut akan segera meninggalkan Bumi. Prosesnya berlangsung sangat lambat dan masih berada dalam kendali gravitasi Bumi.
Secara teori, jika proses ini terus berlangsung dalam waktu yang sangat panjang, rotasi Bumi dapat semakin melambat hingga mencapai kondisi tidally locked. Pada tahap tersebut, periode rotasi Bumi akan sama dengan periode orbit Bulan.
Namun, kondisi itu kemungkinan tidak pernah tercapai. Perubahan Matahari di masa depan diperkirakan akan lebih dulu mengubah kondisi sistem Bumi dan Bulan.
Dalam sekitar satu miliar tahun, Matahari diperkirakan menjadi semakin terang. Beberapa miliar tahun kemudian, Matahari akan berkembang menjadi raksasa merah, yang berpotensi mengubah secara drastis kondisi Bumi dan Bulan.
Jadi, Bulan memang terus menjauh dari Bumi, tetapi kecepatannya sangat kecil. Bagi manusia saat ini, perubahan tersebut nyaris tidak terasa, meski dalam skala miliaran tahun dampaknya menjadi bagian penting dari evolusi sistem Bumi-Bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 3Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba





